Saat Laut Bering mendekati musim panas, bongkahan es laut telah pecah menjadi serat-serat halus, berputar-putar di sekitar Pulau St. Lawrence dan Pulau Nunivak.

Berdasarkan NASA Earth Observatory 2026-06-22: citra warna alami dari satelit Terra menggunakan MODIS difoto pada 2026-06-03. Pecahan es laut terbawa angin lalu membentuk pusaran-pusaran berurat halus; di sekitar delta Sungai Yukon, air cokelat yang membawa lumpur dan bahan organik dibawa ke laut. Pulau St. Lawrence kira-kira berada sekitar 240 kilometer ke selatan dari Selat Bering, dan merupakan salah satu sisa bagian dari jembatan darat pada masa glasial yang masih menampakkan permukaan air.

Verifikasi independen: laporan akhir AOOS (Alaska Ocean Observing System) dalam Sea Ice for Walrus Outlook 2026-06-26 menyatakan bahwa di sisi utara hingga sisi timur laut Pulau St. Lawrence, sekitar 15–30 mil di luar sana, masih terdapat es pecah dan pancake ice (es berbentuk keping), serta diperkirakan sisa es akan mencair dalam waktu sekitar satu minggu.

Gambar: NASA Earth Observatory / Michala Garrison, MODIS EOSDIS (gambar asli resmi, bukan AI)
Data hingga: pengambilan gambar 2026-06-03; NASA EO 2026-06-22; AOOS SIWO 2026-06-26
#NASA #pengamatan bumi