Microsoft berencana menambah 26 gigawatt kapasitas komputasi karena berupaya memenuhi permintaan untuk layanan AI dan cloud, menurut Bloomberg.
Perusahaan itu sebelumnya menolak sebagian bisnis AI dan cloud karena adanya kekurangan pasokan, dan kini berencana menyiapkan kapasitas pusat data sebesar 38 gigawatt.
