$TRUMP $1000SHIB Kementerian Keuangan AS baru saja menyelesaikan lelang obligasi pemerintah berjangka 30 tahun senilai 22 miliar USD dengan permintaan yang tak terduga kuat. Tingkat kupon hasil lelang yang diterima ternyata jauh lebih rendah dibanding ekspektasi pelaku pasar, sehingga membuat imbal hasil obligasi tenor 30 tahun mereda dengan cepat ke level 5,33% dari puncaknya pada hari tersebut, sementara imbal hasil tenor 10 tahun bertahan di sekitar 4,924%.
Hal yang patut dicermati adalah porsi alokasi kepada para dealer primer (primary dealers) turun ke level terendah sepanjang masa berdasarkan data dari BMO. Ini menegaskan bahwa arus dana yang menyerap penawaran kali ini terutama berasal dari pembeli akhir (end-users), seperti reksa dana dan institusi keuangan, meredakan kekhawatiran pasar yang sempat menilai beban dari pasokan utang yang sangat besar serta defisit anggaran AS bakal terlalu berat.
Meredanya imbal hasil jangka panjang membantu pasar keuangan global untuk sementara waktu meredakan tekanan dari pengetatan kondisi keuangan. Namun, kenaikan tipis pada imbal hasil jangka pendek menunjukkan para investor masih berhati-hati terhadap rencana mempertahankan suku bunga tinggi oleh The Fed, sehingga menjaga indeks USD Index dan berbagai instrumen safe haven berada dalam posisi tarik-menarik (giang co).
Bagi pasar crypto, terhentinya tren kenaikan tajam imbal hasil obligasi jangka panjang menjadi sinyal penting untuk meredakan sentimen. Ketika tekanan diskonto pada penilaian berkurang, arus dana institusional dapat menjadi lebih tidak segan dalam mengalokasikan dana ke $BTC dan aset berisiko dalam jangka pendek.