Menurut laporan terbaru dari Badan Informasi Energi AS (EIA), produksi minyak mentah AS pada pekan yang berakhir pada 4 September naik sebesar 85.000 barel per hari, dan secara resmi mencapai angka 13,95 juta barel per hari. Angka ini melampaui rekor 13,86 juta barel per hari pada pekan sebelumnya (28/8) serta membuat pasokan minyak domestik AS semakin mendekati ambang sejarah 14 juta barel per hari.

Berkelanjutan pemecahan rekor produksi minyak serpih (shale oil) AS memiliki makna besar bagi gambaran inflasi global. Di tengah situasi faktor geopolitik yang kompleks dan berisiko mendorong biaya energi naik, pasokan yang melimpah dari AS berperan sebagai bantalan (shock absorber) penting, menahan laju kenaikan harga minyak dan solar, sekaligus meredakan tekanan inflasi inti bagi perekonomian.

Untuk pasar keuangan, harga energi yang mereda atau tetap stabil akan memberikan kondisi yang lebih menguntungkan bagi Federal Reserve (Fed) untuk lebih yakin dalam rencana pelonggaran kebijakan moneter. Imbal hasil obligasi Treasury dan indeks USD Index kemungkinan besar akan mempertahankan tren stabil selama ekspektasi inflasi tidak kembali memanas.

Lingkungan makroekonomi dengan biaya energi yang terkontrol dengan baik selalu menjadi katalis positif bagi pasar aset kripto. Ketika tekanan pengetatan moneter berkurang, arus dana spekulatif cenderung mencari keuntungan pada kanal aset berisiko tinggi seperti $BTC dan altcoin, sehingga memperkuat tren pemulihan likuiditas dalam jangka menengah. ⛽

#dau_tho #EIA #nang_luong #lam_phat