#美财政部拟回购最多60亿美元国债
👉 财政部出手回购国债,流动性要松一松?进群看
Kementerian Keuangan AS berencana melakukan buyback paling banyak 6 miliar dolar obligasi negara.
Uangnya mengalir dari rekening fiskal ke pasar sekunder, yang pada dasarnya seperti memberi alas tipis pada pasar obligasi.
Jika dibandingkan dengan aset yang jumlahnya puluhan hingga ratusan triliun, 6 miliar dolar tidak terlalu besar.
Maknanya lebih berat daripada nominalnya.
Kementerian Keuangan sedang menyorot volatilitas pada bagian tenor panjang.
Jika suku bunga tenor panjang lepas kendali, kredit rumah, obligasi korporasi, dan keuangan daerah semuanya akan ikut tertekan.
Buyback itu seperti pisau bedah, bukan operasi pembersihan besar-besaran.
Obligasi yang biasanya dipilih adalah obligasi lama yang likuiditasnya buruk.
Obligasi-obligasi itu ditarik kembali, lalu diganti dengan obligasi acuan yang baru.
Operasinya sendiri sangat teknis, tetapi arahnya jelas.
Yang ingin ditekan oleh Kementerian Keuangan adalah premi tenor (term premium).
Likuiditas yang dikembalikan lagi ke pasar obligasi akan memberi napas lega terlebih dahulu bagi tekanan di tenor pendek.
Irama penerbitan obligasi dan irama buyback harus disinkronkan; keluar-masuknya harus selaras.
Pasar akan mengamati apakah ukuran putaran berikutnya membesar.
Seberapa lama aset berisiko bisa bernapas lega, tergantung pada kontinuitas tindakan.
Satu kali buyback tidak menjelaskan terlalu banyak.
Jika Kementerian Keuangan mulai melakukan buyback secara sering, biasanya itu menandakan bahwa kemampuan pasar untuk menyerap (market’s underwriting/acceptance) sedang bermasalah.
Uang tidak akan tiba-tiba bertambah begitu saja. Jika di sini bertambah satu porsi, di tempat lain akan berkurang satu porsi.
Jika pasar obligasi stabil, lantai preferensi risiko baru akan ikut terangkat.
Jika bagian tenor panjang ditekan, barulah ada ruang penurunan untuk tingkat diskonto saham.
Operasi seperti ini menilai kontinuitas, bukan ukuran sekali jalan.
Kalau hanya berupa transaksi yang sifatnya simbolis, efek emosionalnya jauh lebih besar daripada substansinya.
Jika dilakukan terus-menerus, barulah bisa benar-benar menopang dari bawah.
Menurutmu, buyback putaran ini bisa menekan tenor panjang?
👉 财政部出手回购国债,流动性要松一松?进群看
Kementerian Keuangan AS berencana melakukan buyback paling banyak 6 miliar dolar obligasi negara.
Uangnya mengalir dari rekening fiskal ke pasar sekunder, yang pada dasarnya seperti memberi alas tipis pada pasar obligasi.
Jika dibandingkan dengan aset yang jumlahnya puluhan hingga ratusan triliun, 6 miliar dolar tidak terlalu besar.
Maknanya lebih berat daripada nominalnya.
Kementerian Keuangan sedang menyorot volatilitas pada bagian tenor panjang.
Jika suku bunga tenor panjang lepas kendali, kredit rumah, obligasi korporasi, dan keuangan daerah semuanya akan ikut tertekan.
Buyback itu seperti pisau bedah, bukan operasi pembersihan besar-besaran.
Obligasi yang biasanya dipilih adalah obligasi lama yang likuiditasnya buruk.
Obligasi-obligasi itu ditarik kembali, lalu diganti dengan obligasi acuan yang baru.
Operasinya sendiri sangat teknis, tetapi arahnya jelas.
Yang ingin ditekan oleh Kementerian Keuangan adalah premi tenor (term premium).
Likuiditas yang dikembalikan lagi ke pasar obligasi akan memberi napas lega terlebih dahulu bagi tekanan di tenor pendek.
Irama penerbitan obligasi dan irama buyback harus disinkronkan; keluar-masuknya harus selaras.
Pasar akan mengamati apakah ukuran putaran berikutnya membesar.
Seberapa lama aset berisiko bisa bernapas lega, tergantung pada kontinuitas tindakan.
Satu kali buyback tidak menjelaskan terlalu banyak.
Jika Kementerian Keuangan mulai melakukan buyback secara sering, biasanya itu menandakan bahwa kemampuan pasar untuk menyerap (market’s underwriting/acceptance) sedang bermasalah.
Uang tidak akan tiba-tiba bertambah begitu saja. Jika di sini bertambah satu porsi, di tempat lain akan berkurang satu porsi.
Jika pasar obligasi stabil, lantai preferensi risiko baru akan ikut terangkat.
Jika bagian tenor panjang ditekan, barulah ada ruang penurunan untuk tingkat diskonto saham.
Operasi seperti ini menilai kontinuitas, bukan ukuran sekali jalan.
Kalau hanya berupa transaksi yang sifatnya simbolis, efek emosionalnya jauh lebih besar daripada substansinya.
Jika dilakukan terus-menerus, barulah bisa benar-benar menopang dari bawah.
Menurutmu, buyback putaran ini bisa menekan tenor panjang?
