Bitcoin diperdagangkan mendekati $78,300 hari ini, turun sekitar 0,2% karena tekanan makro yang lebih luas membebani aset berisiko.

Mata uang kripto terkemuka itu sempat turun singkat ke $77,600 sebelum pulih, dengan **$77K–78K bertindak sebagai dukungan utama jangka pendek**. Tekanan datang dari harga minyak yang menembus di atas $100 per barel di tengah ketegangan AS–Iran, mendorong imbal hasil Treasury 10-tahun ke 4,85%—tertinggi sejak November 2023.

Di tengah angin yang berlawanan, Bitcoin menunjukkan ketahanan relatif. Minat institusional tetap menjadi titik terang: ETF spot Bitcoin AS baru-baru ini menghimpun $730 juta dalam satu hari, penarikan terbesar sejak Januari. Sementara itu, Strategy (dulu MicroStrategy) menghentikan pembelian Bitcoin mingguan, mengalihkan $176 juta ke buyback saham preferen.

Ke depan, pasar prediksi memperkirakan perdagangan yang cenderung hati-hati di sekitar $80,000** menjelang akhir tahun, dengan peluang 73% untuk mencapai $85,000 namun probabilitas rendah untuk reli besar di atas $100,000. TD Cowen mempertahankan target akhir tahun sebesar **$97,500**, yang mengindikasikan potensi kenaikan sekitar 25% dari level saat ini.

Pertanyaan kunci sekarang: apakah harga minyak $100 bisa bertahan, dan apakah itu akan memicu inflasi inti? Rilis PPI malam ini dapat memberikan arah.#AppleDebutsFoldablePhone #IranSaysReadyToEscalateWarWithUS #EUExtendsCentralContactPointToCASPs #US10YTreasuryYieldHitsHighestSinceNov2023 #USADPWeeklyEmploymentRises12000