Bertahan kali ini bukan lewat penerbitan obligasi, juga bukan lewat aksi besar sekali jalan, melainkan dengan saham preferen SATA yang berfokus pada prioritas: 14 hari perdagangan berturut-turut ditutup pada nilai nominal. Dana yang terkumpul kemudian digunakan untuk membeli 95 keping Bitcoin lagi. Ritmenya memang terlihat tidak “meledak-ledak”, tapi ini cukup representatif: ia memakai struktur pendanaan yang relatif stabil, lalu perlahan memindahkan BTC ke rekening perusahaan.

SATA sendiri juga agak istimewa. Nilai nominal per saham adalah 100 dolar AS, dividen tahunan 13%, dan pembayarannya dilakukan per hari. Di materi disebutkan bahwa mekanisme dividen harian ini mulai berjalan kira-kira sejak pertengahan Juni 2026, dan ini merupakan efek pertama yang terdaftar di AS dengan pembayaran dividen per hari.

Sekarang dengan penutupan nilai wajar selama 14 hari berturut-turut, artinya instrumen ini mulai terus menyalurkan “amunisi” untuk strategi akumulasi BTC Strive. Yang seharusnya lebih diperhatikan pasar bukan hanya angka 95 BTC, melainkan apakah jalur akumulasi “non-utang” seperti ini bisa benar-benar berjalan. Jika setelah ini masih bisa berlanjut, urusan perusahaan membeli bitcoin mungkin tidak lagi hanya bergantung pada cara-cara lama seperti menerbitkan utang atau menerbitkan saham tambahan.

Tentu saja, ke depannya tetap perlu dilihat stabilitas harga SATA, serta apakah ekspansi posisi kepemilikan kumulatif Strive bisa terus mempertahankan ritme tersebut.