Menteri Keuangan AS, Bessent, baru-baru ini kerap meluncurkan langkah-langkah yang memicu perhatian tinggi pasar terhadap kebijakan nilai tukar pemerintahan Trump. Menurut analisis kalangan industri, saat ini Kementerian Keuangan AS sedang berkoordinasi dengan Jepang untuk melakukan intervensi gabungan terhadap yen, sekaligus mendorong Korea untuk menerapkan langkah serupa, serta berupaya mengendalikan imbal hasil (yield) surat utang AS. Ditambah kebijakan perlindungan perdagangan dalam 18 bulan terakhir dan berbagai perjanjian bilateral, rangkaian tindakan ini tampaknya disusun untuk secara bertahap melemahkan dolar.
Analis dari perusahaan manajer dana mata uang terkemuka Eurizon SLJ menyatakan bahwa merancang secara langsung suatu paket komprehensif untuk menekan dolar sangatlah sulit, karena hal itu dengan mudah dapat mengganggu para investor asing yang memiliki aset dalam jumlah besar di saham dan obligasi AS. Oleh karena itu, otoritas AS lebih mungkin menerapkan strategi yang bersifat “terfragmentasi”, yakni bernegosiasi secara terpisah dengan masing-masing mitra dagang utama, membentuk beberapa mekanisme koordinasi nilai tukar bilateral berskala kecil. Dengan cara ini, sambil menghindari terbentuknya ekspektasi penurunan nilai dolar secara terus-menerus dari satu arah, dolar diarahkan kembali secara perlahan menuju nilai wajar.
Dari perspektif pasar keuangan makro, strategi dolar lemah yang bertahap ini merupakan pedang bermata dua. Di satu sisi, pengendalian yield surat utang AS dan mendorong mata uang non-AS untuk menguat dapat membantu meredakan tekanan likuiditas global serta menurunkan risiko utang di sebagian negara berkembang. Di sisi lain, jika ritme pelemahan dolar tidak terkendali, keinginan investor global untuk mengalokasikan dana ke surat utang AS dan saham AS bisa mengalami penataan ulang, yang dapat memunculkan volatilitas baru pada harga aset.
Bagi pasar kripto, perubahan likuiditas dolar selalu menjadi faktor kunci yang memengaruhi preferensi dana. Jika tren dolar lemah secara bertahap mulai menguat, kondisi likuiditas global bisa membaik secara marginal, memberikan dukungan makro bagi aset berisiko termasuk $BTC . Namun, jika persaingan/pertarungan nilai tukar bilateral kian intensif meningkatkan ketidakpastian pasar, dana jangka pendek juga dapat memilih untuk menunggu (wait and see). Arah berikutnya masih perlu diamati seiring dengan penerapan kebijakan makro di dunia nyata.
#usd #美联储 #ekonomi makro
Analis dari perusahaan manajer dana mata uang terkemuka Eurizon SLJ menyatakan bahwa merancang secara langsung suatu paket komprehensif untuk menekan dolar sangatlah sulit, karena hal itu dengan mudah dapat mengganggu para investor asing yang memiliki aset dalam jumlah besar di saham dan obligasi AS. Oleh karena itu, otoritas AS lebih mungkin menerapkan strategi yang bersifat “terfragmentasi”, yakni bernegosiasi secara terpisah dengan masing-masing mitra dagang utama, membentuk beberapa mekanisme koordinasi nilai tukar bilateral berskala kecil. Dengan cara ini, sambil menghindari terbentuknya ekspektasi penurunan nilai dolar secara terus-menerus dari satu arah, dolar diarahkan kembali secara perlahan menuju nilai wajar.
Dari perspektif pasar keuangan makro, strategi dolar lemah yang bertahap ini merupakan pedang bermata dua. Di satu sisi, pengendalian yield surat utang AS dan mendorong mata uang non-AS untuk menguat dapat membantu meredakan tekanan likuiditas global serta menurunkan risiko utang di sebagian negara berkembang. Di sisi lain, jika ritme pelemahan dolar tidak terkendali, keinginan investor global untuk mengalokasikan dana ke surat utang AS dan saham AS bisa mengalami penataan ulang, yang dapat memunculkan volatilitas baru pada harga aset.
Bagi pasar kripto, perubahan likuiditas dolar selalu menjadi faktor kunci yang memengaruhi preferensi dana. Jika tren dolar lemah secara bertahap mulai menguat, kondisi likuiditas global bisa membaik secara marginal, memberikan dukungan makro bagi aset berisiko termasuk $BTC . Namun, jika persaingan/pertarungan nilai tukar bilateral kian intensif meningkatkan ketidakpastian pasar, dana jangka pendek juga dapat memilih untuk menunggu (wait and see). Arah berikutnya masih perlu diamati seiring dengan penerapan kebijakan makro di dunia nyata.
#usd #美联储 #ekonomi makro