Pada hari ulang tahunku tahun 2021, seorang teman menyelipkan kepadaku 10 dolar BNB.

Reaksi pertamaku saat itu bukan ucapan terima kasih, melainkan curiga. Kupikir kripto itu seperti penipuan yang dibungkus rapi. Tiga bulan kemudian barulah aku melakukan transaksi pertamaku. Lalu pasar runtuh, teman itu pergi meninggalkan segalanya, dan aku tertinggal. Bukan karena aku sudah paham, tapi karena aku tidak rela hanya menjadi penonton.

Pada masa itu tidak ada yang mengajariku. Binance-lah yang membuka jalannya: mulai dari membuka akun, verifikasi, penukaran transaksi pertama, hingga kemudian perlahan paham tentang profit, aset on-chain, dan komunitas konten. Yang dilakukan Newbie School dan Angel itu sederhana—membawa orang yang takut salah menekan tombol dari posisi “mau masuk atau tidak” menjadi “boleh tinggal”.

Siang hari aku tetap pekerja kantoran. Malamnya menulis. Menulis ritme yang pernah kutapaki, menulis kenapa jangan langsung All in di hari pertama, menulis cara menjadikan platform sebagai alat, bukan kasino. Saat menulis, seseorang mulai mengirim pesan pribadi: langkah pertama harus bagaimana. Di momen itulah aku sadar—aku sudah berubah dari orang yang dituntun menjadi orang yang menggambar peta untuk orang lain.

Aku bukan developer dan bukan opinion leader. Aku hanya menjelaskan jalur yang sudah kulalui. Sebagian biaya obat ibuku berasal dari pendapatan yang datang dari tulisan-tulisan ini. Itu pertama kalinya aku merasa, konten pun bisa menjadi sesuatu yang bertanggung jawab.

Di Hari Guru, aku ingin menyimpan kalimat ini untuk orang-orang setelahku:
Pertama, bertahan hidup.
Baru setelah itu bicara soal paham.

Tanya dulu satu hal,
baru kemudian tekan.

Terima kasih Binance, dan terima kasih juga kepada para Angel yang menghabiskan waktu menjawab pertanyaan para pemula di kolom komentar. Tanpa mereka,

#教师节 #币安新手学堂 @新手学堂天使自治社区