ECB TERPEJAL — DAN PERANG SUKU BUNGA BARU SAJA DIMULAI.

Bank Sentral Eropa (ECB) diperkirakan luas akan menaikkan suku bunga lagi sebesar 25 basis poin, mendorong suku bunga acuan dari 2,25% menuju 2,50%.

Dan di sinilah masalah sesungguhnya dimulai.

Inflasi zona euro melonjak hingga 3,3% pada Agustus, sementara inflasi energi meledak ke 14,3%.

ECB sedang terjepit dari segala arah:

Harga minyak yang lebih tinggi.

Biaya energi yang lebih tinggi.

Inflasi yang lebih tinggi.

Biaya pinjaman pemerintah yang lebih tinggi.

Ketidakpastian ekonomi yang dipicu perang.

Konflik yang melibatkan AS dan Iran telah mengancam arus energi melalui Selat Hormuz, membuat pasar minyak tetap volatil dan memaksa Eropa — sebagai pengimpor energi bersih — menyerap lagi guncangan inflasi yang brutal.

ECB sudah menaikkan suku bunga pada bulan Juni, kenaikan pertamanya sejak 2023.

Kini, pasar memperkirakan akan ada langkah lain dengan probabilitas yang pada dasarnya 100%, menurut data LSEG.

Namun bagian yang berbahaya adalah:

Tidak ada yang sepakat di mana siklus pengetatan ini akan berakhir.

Survei klien Deutsche Bank menunjukkan investor sangat terpecah.

Lebih dari sepertiga memperkirakan suku bunga ECB akan mencapai 2,75%.

Sekitar seperempat lainnya hanya mengharapkan satu kali kenaikan lagi.

Seperempat lainnya melihat suku bunga puncak (terminal rate) mencapai 3% — yang menyiratkan kira-kira tiga kenaikan lagi.

Itu bukan keyakinan.

Itu pasar yang menatap langsung ketidakpastian.

Presiden ECB, Christine Lagarde, berkali-kali menolak berkomitmen pada jalur suku bunga yang telah ditentukan sebelumnya, dengan menegaskan kebijakan akan tetap diputuskan berdasarkan rapat demi rapat.

Namun kini ECB terperangkap di antara dua kekuatan brutal:

Inflasi menuntut kebijakan yang lebih ketat.

Pertumbuhan yang lemah menuntut kehati-hatian.

Dan pasar obligasi kini menjadi medan tempur lainnya.

Imbal hasil obligasi pemerintah Eropa telah melonjak ke level tertinggi dalam beberapa dekade, saat investor memperhitungkan inflasi yang persisten dan suku bunga yang lebih tinggi.

Itu menciptakan mimpi buruk lain bagi ECB:

Bagaimana cara melawan inflasi tanpa meledakkan biaya pinjaman pemerintah Eropa yang sangat berutang?

Jonathan Pryor dari Marex memperingatkan bahwa ECB bisa menjadi “terjebak” setelah keputusan hari Kamis.

$BTC