Mengapa di pasar bull, kebanyakan orang merasa “rugi” daripada “drawdown”?

Perangkap penempatan dana model piramida:
Banyak orang hanya berani menginvestasikan 10% dana di bagian bawah “untuk coba-coba”. Setelah meraih keuntungan 20%, kepercayaan diri melonjak; seiring harga terus naik, mereka terus menambah modal, bahkan meminjam untuk meningkatkan leverage. Pada akhirnya, mereka menyelesaikan posisi 100% full cash di puncak pasar. Harga rata-rata jadi terlalu tinggi; begitu terjadi koreksi kecil, keuntungan sebelumnya langsung terhapus, dan dampaknya langsung mengenai tulang.

Terlalu sering ganti kendaraan dan mengejar kenaikan:
Saat melihat sektor lain melonjak, mereka tidak bisa bertahan pada aset yang masih belum bergerak di tangan sendiri, lalu melakukan cut dan mengejar tren yang sedang panas. Hasilnya, baru masuk mengejar, sektor itu berputar kembali dan koreksi; akibatnya, dua kali tertampar dari dua sisi.

Leverage tinggi mengubah “volatilitas” menjadi “nol”:
Ciri pasar bull adalah “naik tajam turun tajam”. Koreksi pada spot hanya berupa kerugian mengambang sementara, tetapi koreksi pada kontrak dengan pengganda tinggi bisa langsung menyebabkan likuidasi (margin call) hingga posisi menjadi “nol”. Jika sekali saja sampai likuidasi, betapapun pesta bull berlanjut setelahnya, itu sudah tidak ada hubungannya lagi dengan Anda.