SAMSUNG MENYATAKAN PERANG TERHADAP EKOSISTEM iPHONE
Apple akhirnya terjun ke medan perang ponsel lipat.
Dan Samsung sudah mulai memburu pelanggannya.
Samsung mengatakan pangsa global pengguna iOS yang beralih ke seri Galaxy Z Fold8 adalah 1,6× lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya Fold7/Flip7.
Di Amerika Serikat, 30% pembeli Galaxy Z Flip8 berasal dari merek ponsel pintar pesaing—dan banyak di antaranya masuk ke pasar ponsel lipat untuk pertama kalinya.
Ini bukan sekadar peluncuran ponsel lain.
Ini adalah perang ekosistem.
Samsung menghabiskan bertahun-tahun membangun kategori ponsel lipat setelah meluncurkan Galaxy Fold pertama pada 2019. Kini Apple hadir saat pasar akhirnya mulai mendapatkan momentum.
Dan Samsung tidak tinggal diam menunggu sampai dihancurkan.
Mereka membuat proses migrasi jadi lebih mudah.
Smart Switch miliknya yang ditingkatkan kini dapat memungkinkan pengguna iPhone memindahkan data secara nirkabel ke Galaxy hanya dengan memindai kode QR—tanpa perlu memasang aplikasi Smart Switch di iPhone.
Ini adalah serangan langsung terhadap salah satu senjata terkuat Apple:
hambatan perpindahan.
Samsung pada dasarnya mengatakan:
"Kamu bisa meninggalkan ekosistem iPhone. Dan kami akan membuatnya mudah."
Medan perangnya makin kotor.
Menurut Counterpoint Research, Samsung diproyeksikan menguasai sekitar 32% pasar ponsel lipat global pada 2026, sementara Apple bisa meraih kira-kira 25% pada tahun pertamanya.
Huawei tetap menjadi kekuatan besar, terutama di China.
Jadi pahami apa yang sedang terjadi:
Apple tidak masuk ke pasar Samsung.
Apple masuk ke medan perang yang Samsung bangun selama bertahun-tahun.
Dan Samsung kini berjuang untuk mendapatkan pelanggan yang menurut Apple sudah terkunci di ekosistemnya.
Fase berikutnya dari perang smartphone bukan tentang siapa yang membuat ponsel paling cantik.
Ini tentang siapa yang menguasai generasi pengguna berikutnya.
Samsung punya keunggulan.
Apple punya ekosistem.
Sekarang mereka saling menyerang pelanggan satu sama lain.
Perang ponsel lipat resmi dimulai. 🔥
$BTC
Apple akhirnya terjun ke medan perang ponsel lipat.
Dan Samsung sudah mulai memburu pelanggannya.
Samsung mengatakan pangsa global pengguna iOS yang beralih ke seri Galaxy Z Fold8 adalah 1,6× lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya Fold7/Flip7.
Di Amerika Serikat, 30% pembeli Galaxy Z Flip8 berasal dari merek ponsel pintar pesaing—dan banyak di antaranya masuk ke pasar ponsel lipat untuk pertama kalinya.
Ini bukan sekadar peluncuran ponsel lain.
Ini adalah perang ekosistem.
Samsung menghabiskan bertahun-tahun membangun kategori ponsel lipat setelah meluncurkan Galaxy Fold pertama pada 2019. Kini Apple hadir saat pasar akhirnya mulai mendapatkan momentum.
Dan Samsung tidak tinggal diam menunggu sampai dihancurkan.
Mereka membuat proses migrasi jadi lebih mudah.
Smart Switch miliknya yang ditingkatkan kini dapat memungkinkan pengguna iPhone memindahkan data secara nirkabel ke Galaxy hanya dengan memindai kode QR—tanpa perlu memasang aplikasi Smart Switch di iPhone.
Ini adalah serangan langsung terhadap salah satu senjata terkuat Apple:
hambatan perpindahan.
Samsung pada dasarnya mengatakan:
"Kamu bisa meninggalkan ekosistem iPhone. Dan kami akan membuatnya mudah."
Medan perangnya makin kotor.
Menurut Counterpoint Research, Samsung diproyeksikan menguasai sekitar 32% pasar ponsel lipat global pada 2026, sementara Apple bisa meraih kira-kira 25% pada tahun pertamanya.
Huawei tetap menjadi kekuatan besar, terutama di China.
Jadi pahami apa yang sedang terjadi:
Apple tidak masuk ke pasar Samsung.
Apple masuk ke medan perang yang Samsung bangun selama bertahun-tahun.
Dan Samsung kini berjuang untuk mendapatkan pelanggan yang menurut Apple sudah terkunci di ekosistemnya.
Fase berikutnya dari perang smartphone bukan tentang siapa yang membuat ponsel paling cantik.
Ini tentang siapa yang menguasai generasi pengguna berikutnya.
Samsung punya keunggulan.
Apple punya ekosistem.
Sekarang mereka saling menyerang pelanggan satu sama lain.
Perang ponsel lipat resmi dimulai. 🔥
$BTC
