🔥Saudara-saudara, kali ini situasi Iran bukan cuma omongan—ini benar-benar eskalasi!
Iran mengatakan siap menghadapi perang dengan skala lebih besar. Militer AS sebelumnya baru saja menghancurkan 5 kapal tanker minyak Iran, lalu Iran membalas dengan mengklaim menyerang 10 kapal di dekat Hormuz.
Yang lebih penting, pengiriman di sekitar Hormuz kembali terganggu: volume pengangkutan minyak mentah sempat turun hingga sekitar 2 juta barel per hari, padahal sebelum perang angkanya jelas jauh lebih tinggi.
Akibatnya, minyak mentah Brent langsung kembali bertengger di atas 100 dolar/barel; bahkan sempat menembus 100,9 dolar dalam perdagangan harian. WTI juga mendekati 96 dolar.
Tapi Trump sekarang bilang perang akan berakhir segera setelah pemilihan paruh waktu pada 3 November, bahkan memprediksi setelah pemilu harga minyak akan jatuh.
Pertanyaannya: jika perang benar-benar masih berlanjut sampai sebelum pemilu, harga minyak kemungkinan tetap tinggi. Tekanan inflasi + ekspektasi penurunan suku bunga meredup, sehingga pasar saham AS dan BTC sama-sama tidak akan enak.
Selain itu, rata-rata harga bensin AS sudah berada di sekitar 4,22 dolar/galon, sedangkan solar bahkan sudah menembus 5,94 dolar—ini mulai menghantam konsumen AS.
Jadi, kali ini jangan cuma melihat naik-turun BTC. Penanda arah sebenarnya adalah: Hormuz → minyak mentah → inflasi → The Fed → likuiditas dolar.
Kalau harga minyak terus menanjak ke 120 dolar bahkan lebih, tekanan terhadap aset berisiko akan jauh membesar; sebaliknya, jika situasi mereda, BTC justru bisa mendapat peluang pemulihan.
Satu kalimat: bom terbesar pasar sekarang bukan apa yang dikatakan Iran, melainkan apakah harga minyak akan terus lepas kendali.
#btc #布伦特原油突破100美元 #美军打击霍尔木兹岛及贾斯克目标 $BTC
$CL
Iran mengatakan siap menghadapi perang dengan skala lebih besar. Militer AS sebelumnya baru saja menghancurkan 5 kapal tanker minyak Iran, lalu Iran membalas dengan mengklaim menyerang 10 kapal di dekat Hormuz.
Yang lebih penting, pengiriman di sekitar Hormuz kembali terganggu: volume pengangkutan minyak mentah sempat turun hingga sekitar 2 juta barel per hari, padahal sebelum perang angkanya jelas jauh lebih tinggi.
Akibatnya, minyak mentah Brent langsung kembali bertengger di atas 100 dolar/barel; bahkan sempat menembus 100,9 dolar dalam perdagangan harian. WTI juga mendekati 96 dolar.
Tapi Trump sekarang bilang perang akan berakhir segera setelah pemilihan paruh waktu pada 3 November, bahkan memprediksi setelah pemilu harga minyak akan jatuh.
Pertanyaannya: jika perang benar-benar masih berlanjut sampai sebelum pemilu, harga minyak kemungkinan tetap tinggi. Tekanan inflasi + ekspektasi penurunan suku bunga meredup, sehingga pasar saham AS dan BTC sama-sama tidak akan enak.
Selain itu, rata-rata harga bensin AS sudah berada di sekitar 4,22 dolar/galon, sedangkan solar bahkan sudah menembus 5,94 dolar—ini mulai menghantam konsumen AS.
Jadi, kali ini jangan cuma melihat naik-turun BTC. Penanda arah sebenarnya adalah: Hormuz → minyak mentah → inflasi → The Fed → likuiditas dolar.
Kalau harga minyak terus menanjak ke 120 dolar bahkan lebih, tekanan terhadap aset berisiko akan jauh membesar; sebaliknya, jika situasi mereda, BTC justru bisa mendapat peluang pemulihan.
Satu kalimat: bom terbesar pasar sekarang bukan apa yang dikatakan Iran, melainkan apakah harga minyak akan terus lepas kendali.
#btc #布伦特原油突破100美元 #美军打击霍尔木兹岛及贾斯克目标 $BTC
$CL
