Emas melonjak melewati $4.390 per ons, memanfaatkan melemahnya dolar AS meskipun pasar bersiap menghadapi inflasi yang persisten dan kemungkinan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve.
Dukungan Utama Pasar
Dukungan Mata Uang: Dolar AS telah turun ke level terendah empat bulan, menciptakan dorongan kuat bagi logam mulia menjelang data ekonomi penting.
Ekspektasi Suku Bunga The Fed: Pasar memperkirakan sekitar 60% kemungkinan terjadinya kenaikan suku bunga The Fed pada 16 September, menjadikan angka PPI Kamis dan CPI Jumat sebagai katalis penting untuk arah emas berikutnya.
Tekanan Geopolitik: Meningkatnya ketegangan AS-Iran telah mendorong minyak mentah ke level tertinggi tiga bulan, menguatkan permintaan aset berlindung di berbagai komoditas.
Tinjauan Teknis Setelah memantul dari level support di $4.364,60, grafik emas menunjukkan pola kenaikan (breakout) yang jelas. Analis Rashad Hajiyev memproyeksikan bahwa jika momentum saat ini bertahan, logam tersebut memiliki jalur yang layak menuju $4.900–$5.000 pada awal hingga pertengahan Oktober.
Dukungan Utama Pasar
Dukungan Mata Uang: Dolar AS telah turun ke level terendah empat bulan, menciptakan dorongan kuat bagi logam mulia menjelang data ekonomi penting.
Ekspektasi Suku Bunga The Fed: Pasar memperkirakan sekitar 60% kemungkinan terjadinya kenaikan suku bunga The Fed pada 16 September, menjadikan angka PPI Kamis dan CPI Jumat sebagai katalis penting untuk arah emas berikutnya.
Tekanan Geopolitik: Meningkatnya ketegangan AS-Iran telah mendorong minyak mentah ke level tertinggi tiga bulan, menguatkan permintaan aset berlindung di berbagai komoditas.
Tinjauan Teknis Setelah memantul dari level support di $4.364,60, grafik emas menunjukkan pola kenaikan (breakout) yang jelas. Analis Rashad Hajiyev memproyeksikan bahwa jika momentum saat ini bertahan, logam tersebut memiliki jalur yang layak menuju $4.900–$5.000 pada awal hingga pertengahan Oktober.