Eksperimen 100U Hari ke-4:
Menghabiskan sore di alun-alun menonton keramaian, akhirnya memutuskan pulang makan mi instan
Sore ini kebetulan nganggur, seharian menyisir alun-alun.
Laskar tentara darat teriak: “Sampai akhirnya! Ambil senjatanya!”
Angkatan udara teriak: “Air terjun sebentar lagi datang! Cepat lari!”
Dua kubu ributnya seperti pasar tradisional rebut telur.
Setiap analisis lengkap dengan tiga gambar dan lima garis, gambarannya lebih serius daripada pelajaran seni rupa SD-ku.
Setelah manajer pabrik melihatnya, cuma ada satu perasaan:
Makin mereka ribut, makin aku merasa diriku seperti orang yang salah tempat masuk adegan.
Lalu aku buka lagi rencana yang kutulis sebelum membuka posisi.
Cuma ada satu kalimat:
“Cut loss XX, take profit XX, yang di tengah urusan belakangan—apa pun yang teriak, tidak mempan.”#ZECUSDT
Terus lihat lagi harganya.
Wah, pas banget mentok di tengah-tengah antara cut loss dan take profit.
Tidak bisa naik, tidak bisa turun, canggungnya sama seperti berat badan-ku.
Kesimpulan: Menonton keramaian sepanjang sore, satu tanda baca pun nggak kupercaya.
Pulang makan mi instan, Jumat depan lihat lagi hidup-mati.
Kalau mau ikut mengamati manajer pabrik minggu ini jadi manusia atau hantu, klik follow, sampai Jumat.
Menghabiskan sore di alun-alun menonton keramaian, akhirnya memutuskan pulang makan mi instan
Sore ini kebetulan nganggur, seharian menyisir alun-alun.
Laskar tentara darat teriak: “Sampai akhirnya! Ambil senjatanya!”
Angkatan udara teriak: “Air terjun sebentar lagi datang! Cepat lari!”
Dua kubu ributnya seperti pasar tradisional rebut telur.
Setiap analisis lengkap dengan tiga gambar dan lima garis, gambarannya lebih serius daripada pelajaran seni rupa SD-ku.
Setelah manajer pabrik melihatnya, cuma ada satu perasaan:
Makin mereka ribut, makin aku merasa diriku seperti orang yang salah tempat masuk adegan.
Lalu aku buka lagi rencana yang kutulis sebelum membuka posisi.
Cuma ada satu kalimat:
“Cut loss XX, take profit XX, yang di tengah urusan belakangan—apa pun yang teriak, tidak mempan.”#ZECUSDT
Terus lihat lagi harganya.
Wah, pas banget mentok di tengah-tengah antara cut loss dan take profit.
Tidak bisa naik, tidak bisa turun, canggungnya sama seperti berat badan-ku.
Kesimpulan: Menonton keramaian sepanjang sore, satu tanda baca pun nggak kupercaya.
Pulang makan mi instan, Jumat depan lihat lagi hidup-mati.
Kalau mau ikut mengamati manajer pabrik minggu ini jadi manusia atau hantu, klik follow, sampai Jumat.