🚨 HEBAT: DeepSeek baru saja berubah dari pengganggu open-source menjadi kandidat IPO senilai $75 MILIAR, dalam waktu kurang dari dua tahun.
Reuters melaporkan lab AI berbasis Hangzhou itu telah menunjuk CITIC Securities untuk memulai persiapan IPO, menargetkan STAR Market bergaya Nasdaq di Shanghai, dengan kemungkinan debut publik secepat 2027.
Ini bukan pendanaan pertama DeepSeek tahun ini—ini yang kedua. Pada bulan Juni, perusahaan itu menutup putaran pendanaan eksternal pertamanya, menghimpun $7,4 miliar dengan valuasi di atas $50 miliar. Hanya beberapa minggu kemudian, mereka kembali ke pasar mencari modal baru, kali ini dengan valuasi antara $71 miliar hingga $75 miliar.
Kira-kira pertumbuhan valuasi 50% dalam hitungan minggu.
Yang paling gila: DeepSeek sebenarnya tidak harus membutuhkan uang. Pendiri Liang Wenfeng juga menjalankan High-Flyer, dana lindung nilai kuantitatif dengan kantong yang cukup tebal untuk membiayai bertahun-tahun riset secara independen. Namun perusahaan tetap melakukan penggalangan dana, menyalurkan modal untuk infrastruktur komputasi, riset model, dan satu taruhan spesifik—setidaknya 160.000 chip AI Huawei Ascend—yang kabarnya disiapkan untuk pusat data besar di Inner Mongolia, sebagai lindung nilai langsung terhadap ketergantungan pada perangkat keras Nvidia di tengah pembatasan ekspor.
Pendapatan berulang tahunan (annualized recurring revenue) perusahaan itu dilaporkan sudah mencapai sekitar $500 juta, sinyal nyata adanya daya tarik komersial. Tapi DeepSeek masih merugi, membakar uang cepat saat berlomba dengan Alibaba, ByteDance, Tencent, dan yang lainnya di industri AI China untuk memperebutkan talenta dan komputasi.
Nama besar sudah masuk: Tencent dan raksasa baterai CATL sama-sama ikut berpartisipasi dalam putaran Juni, dengan Liang secara pribadi mengucurkan ¥20 miliar dari modalnya sendiri.
Perusahaan yang mengguncang Silicon Valley dengan model open-source yang murah kini menyiapkan diri untuk salah satu pencatatan teknologi terbesar yang dilihat China dalam beberapa tahun terakhir.
#DeepSeek #AI #China #IPO #TechNews
Reuters melaporkan lab AI berbasis Hangzhou itu telah menunjuk CITIC Securities untuk memulai persiapan IPO, menargetkan STAR Market bergaya Nasdaq di Shanghai, dengan kemungkinan debut publik secepat 2027.
Ini bukan pendanaan pertama DeepSeek tahun ini—ini yang kedua. Pada bulan Juni, perusahaan itu menutup putaran pendanaan eksternal pertamanya, menghimpun $7,4 miliar dengan valuasi di atas $50 miliar. Hanya beberapa minggu kemudian, mereka kembali ke pasar mencari modal baru, kali ini dengan valuasi antara $71 miliar hingga $75 miliar.
Kira-kira pertumbuhan valuasi 50% dalam hitungan minggu.
Yang paling gila: DeepSeek sebenarnya tidak harus membutuhkan uang. Pendiri Liang Wenfeng juga menjalankan High-Flyer, dana lindung nilai kuantitatif dengan kantong yang cukup tebal untuk membiayai bertahun-tahun riset secara independen. Namun perusahaan tetap melakukan penggalangan dana, menyalurkan modal untuk infrastruktur komputasi, riset model, dan satu taruhan spesifik—setidaknya 160.000 chip AI Huawei Ascend—yang kabarnya disiapkan untuk pusat data besar di Inner Mongolia, sebagai lindung nilai langsung terhadap ketergantungan pada perangkat keras Nvidia di tengah pembatasan ekspor.
Pendapatan berulang tahunan (annualized recurring revenue) perusahaan itu dilaporkan sudah mencapai sekitar $500 juta, sinyal nyata adanya daya tarik komersial. Tapi DeepSeek masih merugi, membakar uang cepat saat berlomba dengan Alibaba, ByteDance, Tencent, dan yang lainnya di industri AI China untuk memperebutkan talenta dan komputasi.
Nama besar sudah masuk: Tencent dan raksasa baterai CATL sama-sama ikut berpartisipasi dalam putaran Juni, dengan Liang secara pribadi mengucurkan ¥20 miliar dari modalnya sendiri.
Perusahaan yang mengguncang Silicon Valley dengan model open-source yang murah kini menyiapkan diri untuk salah satu pencatatan teknologi terbesar yang dilihat China dalam beberapa tahun terakhir.
#DeepSeek #AI #China #IPO #TechNews

