Pasar global tiba-tiba berubah sikap
Suku bunga tinggi + harga minyak tinggi
Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 30 tahun sempat menembus 5,3%, level tertinggi sejak 2007.
Sementara itu, minyak mentah Brent kembali berada di atas 90 dolar per barel. Dua tekanan sekaligus muncul:
Imbal hasil obligasi jangka panjang melonjak → valuasi tertekan
Harga minyak naik → kekhawatiran terhadap inflasi meningkat
Saham teknologi menjadi yang paling terkena dampaknya, saham teknologi AS berjangka (pra-pasar) secara umum melemah, kontrak berjangka Nasdaq 100 sempat turun lebih dari 1%.
Sekarang yang benar-benar dikhawatirkan pasar bukan hanya harga minyak
Namun juga munculnya suku bunga tinggi dan harga minyak tinggi secara bersamaan.


