Iran mengatakan pihaknya telah menangkap sebuah kendaraan bawah air nirawak milik AS (UUV) di dekat pintu masuk Selat Hormuz. Klaim tersebut disampaikan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada 8 September 2026.

Apa yang terjadi?
🇮🇷 Klaim Iran: Pasukan angkatan laut IRGC mengatakan mereka menangkap kapal selam nirawak AS dalam operasi intelijen yang mereka sebut sebagai operasi yang kompleks di dekat Selat Hormuz.
🤖 Kendaraan tersebut: Media pemerintah Iran mengidentifikasinya sebagai Dive-LD, kendaraan bawah air otonom buatan perusahaan pertahanan AS, Anduril.
📏 Ukuran: Sekitar 5,8 meter (19 kaki) panjang.
🌊 Kemampuan: Dirancang untuk pemetaan bawah air, misi penanggulangan ranjau, pengumpulan intelijen, dan pemeriksaan infrastruktur bawah laut. Menurut laporan, kendaraan ini dapat beroperasi hingga 10 hari dan menyelam hingga kedalaman 6.000 meter.

🇺🇸 Versi AS: Pentagon mengakui bahwa drone bawah air AS telah hilang, namun menyatakan itu merupakan model yang lebih lama yang mengalami gangguan saat melakukan survei di perairan regional. Washington mengatakan kendaraan tersebut tidak membawa peralatan sonar/radar yang diklasifikasikan atau data sensitif.

⚠️ : Reuters mengatakan mereka tidak dapat memverifikasi secara independen kisah Iran tentang bagaimana kendaraan tersebut ditangkap.

#IranSaysItCapturedUSUnmannedSubmarine