AS sedang berupaya menstabilkan pasar obligasi jangka panjang, namun imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun tetap berada di atas 4,8%.

Yang benar-benar perlu diperhatikan bukanlah apakah The Fed melakukan langkah apa pun, melainkan penetapan ulang pasar terhadap “durasi suku bunga tinggi” secara terus-menerus.

Pekan ini PPI dan CPI akan diumumkan secara berurutan. Jika inflasi kembali melampaui ekspektasi, ekspektasi penurunan suku bunga pada bulan September mungkin makin mereda, dan imbal hasil obligasi tenor panjang berpotensi terus menembus lebih tinggi.

Lalu, aset mana yang paling dulu merasakan tekanan?

Fokus pada beberapa arah berikut:

Pertama: saham pertumbuhan Nasdaq.

Aset dengan valuasi tinggi sangat bergantung pada lingkungan suku bunga yang rendah.

Ketika imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun terus naik, dan imbal hasil tanpa risiko meningkat, nilai kini dari arus kas masa depan akan turun.

Sektor dengan valuasi tinggi seperti AI, teknologi, dan perangkat lunak akan menjadi yang paling dulu terdampak.

Kedua: pasar kripto.

Dibandingkan masa lalu, BTC kini sudah lebih matang, tetapi pada dasarnya masih merupakan aset likuiditas.

Dolar menguat, dan imbal hasil riil naik, sehingga akan menekan risk appetite pasar.

Yang biasanya benar-benar tertekan bukanlah BTC, melainkan:

altcoin dengan valuasi tinggi yang overvalued, token tata kelola DeFi, Meme, dan token proyek baru.

Ketiga: saham berkapitalisasi kecil dan properti.

Biaya pendanaan yang meningkat akan langsung memengaruhi ekspansi perusahaan dan utang berbasis leverage rumah tangga.

Namun, kecepatan penularannya biasanya lebih lambat dibanding pasar keuangan.

Pasar selalu lebih dulu memperdagangkan ekspektasi, baru kemudian kenyataan.

Jadi, berikutnya yang perlu diperhatikan adalah dua indikator:

1️⃣ Apakah imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun menembus posisi kunci

2️⃣ Apakah Indeks Dolar (DXY) terus menguat

Jika keduanya bergerak naik secara bersamaan, itu berarti kondisi likuiditas global sedang mengetat.

Sejarah mengajarkan kepada kita: dalam lingkungan suku bunga tinggi, yang pertama kali mengalami penyesuaian harga ulang biasanya bukan aset yang paling buruk, melainkan aset-aset yang valuasinya paling bergantung pada cerita masa depan.

Risiko yang sesungguhnya bukanlah kenaikan suku bunga itu sendiri. Melainkan pasar menemukan bahwa kemungkinan penurunan suku bunga mungkin tidak akan datang secepat yang dibayangkan.

#Macro #TreasuryYields #Crypto