Sekarang fokusnya pada berapa besar arus masuk ETF—maknanya sudah tidak begitu penting. Pertanyaan yang lebih berguna adalah: dengan begitu banyak uang yang masuk, kenapa BTC masih tidak bisa bertahan di atas 80.000 dolar?
Dari 2 hingga 4 September, ETF spot Bitcoin di AS masing-masing mencatat arus masuk bersih sekitar 1.306, 9.454, dan 2.149 BTC. Terutama pada 3 September, arus masuk harian mendekati 9.454 BTC, dan daya belinya sangat kuat.
Namun pada 8 September, ETF justru beralih menjadi arus keluar bersih sekitar 590 BTC; GBTC keluar 828 BTC; FBTC keluar 216 BTC. Walaupun IBIT, ARKB, dan BITB masih masuk, kekuatan dana sudah terlihat jelas meredup.
Masalahnya, dari 1 hingga 8 September, akumulasi arus masuk bersih ETF masih sekitar 9.309 BTC, tetapi BTC justru kembali ke sekitar 78.000 dolar.
Jika ini fase bull run utama, level pembelian seperti ini seharusnya terus mendorong harga naik. Tetapi karena ETF terus dibeli, sementara BTC justru berulang kali terjebak di kisaran 80.000 hingga 82.000 dolar, itu menunjukkan tekanan untuk mengambil untung di atas sana sangat berat.
Kondisi makro juga tidak mendukung. Harga minyak mendekati 100 dolar, imbal hasil obligasi AS naik, dan pasar kembali memperhitungkan risiko inflasi dan kenaikan suku bunga. Pembelian ETF sedang dicerna bersama tekanan makro dan pasokan dari posisi di harga tinggi.
Ke depan, tidak perlu buru-buru menebak fase bull atau bear.
Jika BTC bisa bertahan di 77.000 hingga 78.000 dolar, lalu menembus 80.000 hingga 82.000 dolar, saya akan terus menghormati tren.
Jika ETF terus mengalir masuk, tetapi harga tetap tidak bisa naik, maka sebaiknya waspada.
Setelah terlalu sering melihat prediksi bullish untuk bull/bear, saya makin yakin: kabar baiknya sendiri tidak terlalu penting. Yang penting adalah bagaimana harga bergerak setelah kabar baik itu muncul.
Dari 2 hingga 4 September, ETF spot Bitcoin di AS masing-masing mencatat arus masuk bersih sekitar 1.306, 9.454, dan 2.149 BTC. Terutama pada 3 September, arus masuk harian mendekati 9.454 BTC, dan daya belinya sangat kuat.
Namun pada 8 September, ETF justru beralih menjadi arus keluar bersih sekitar 590 BTC; GBTC keluar 828 BTC; FBTC keluar 216 BTC. Walaupun IBIT, ARKB, dan BITB masih masuk, kekuatan dana sudah terlihat jelas meredup.
Masalahnya, dari 1 hingga 8 September, akumulasi arus masuk bersih ETF masih sekitar 9.309 BTC, tetapi BTC justru kembali ke sekitar 78.000 dolar.
Jika ini fase bull run utama, level pembelian seperti ini seharusnya terus mendorong harga naik. Tetapi karena ETF terus dibeli, sementara BTC justru berulang kali terjebak di kisaran 80.000 hingga 82.000 dolar, itu menunjukkan tekanan untuk mengambil untung di atas sana sangat berat.
Kondisi makro juga tidak mendukung. Harga minyak mendekati 100 dolar, imbal hasil obligasi AS naik, dan pasar kembali memperhitungkan risiko inflasi dan kenaikan suku bunga. Pembelian ETF sedang dicerna bersama tekanan makro dan pasokan dari posisi di harga tinggi.
Ke depan, tidak perlu buru-buru menebak fase bull atau bear.
Jika BTC bisa bertahan di 77.000 hingga 78.000 dolar, lalu menembus 80.000 hingga 82.000 dolar, saya akan terus menghormati tren.
Jika ETF terus mengalir masuk, tetapi harga tetap tidak bisa naik, maka sebaiknya waspada.
Setelah terlalu sering melihat prediksi bullish untuk bull/bear, saya makin yakin: kabar baiknya sendiri tidak terlalu penting. Yang penting adalah bagaimana harga bergerak setelah kabar baik itu muncul.

