6, Pengalaman di dunia bisnis: tak bisa dipakai di saham
Mengelola perusahaan, Anda bisa memengaruhi hasil dengan mengubah produk atau mengganti tim; tetapi setelah membeli saham, sekeras apa pun Anda mengawasi pergerakannya, tetap tidak dapat membuat harga saham naik. Keberhasilan dalam berbisnis sering membuat orang percaya: “Yang saya yakini, pasti bisa saya wujudkan.” Jangan karena paham bisnis lalu terlalu percaya diri.
7, Jangan percaya master kali ini seberapa akurat—cek, sebenarnya dia sudah tepat berapa kali
Sediakan catatan untuk “peramal jenius”: kapan dia mengatakan apa, berapa lama hingga diwujudkan, dan bagaimana hasilnya. Lihat apakah dia mengakui kesalahan, atau diam-diam mengganti ceritanya.
8, Setelah posisi besar meraih untung, dulu hitung: Anda sanggup kalah sampai berapa
Hitung dua skenario: menjual sebagian lalu harga terus naik; atau tidak menjual sama sekali lalu turun sampai separuh. Yang pertama membuat Anda kehilangan potensi untung sebesar berapa? Yang kedua apakah sampai mengganggu dana pensiun dan kebutuhan tempat tinggal? Baru kemudian putuskan berapa banyak yang dijual bertahap, dan uangnya diletakkan di mana. Jangan demi untung sedikit lebih banyak, Anda menaruh kembali uang yang sudah mengubah hidup ke dalam taruhan.
9, “Mulai lebih rasional nanti”, artinya tidak ada yang benar-benar berubah
Tulis tiga hal yang tidak akan Anda lakukan lagi: tidak menambah posisi hanya karena satu kabar; tidak meminjam uang untuk menutup kekurangan; dan tidak membeli produk yang risikonya tidak bisa dijelaskan dengan jelas. Letakkan di tempat yang mencolok sebelum melakukan order, lalu setiap kali cek satu per satu—kalau tidak, ya siap-siap memotong tangan.
10, Menghasilkan uang itu penting, tapi kehidupan lebih penting
Saran penulis: beli waktu, beli pengalaman, beli kebahagiaan. Sekali perjalanan keluarga, atau layanan yang bisa menghemat waktu, semuanya bisa membuat uang punya nilai yang lebih baik.
Imbal hasil terbaik dari investasi adalah mengubah uang yang Anda dapatkan menjadi hari-hari yang Anda impikan.
#btc
Mengelola perusahaan, Anda bisa memengaruhi hasil dengan mengubah produk atau mengganti tim; tetapi setelah membeli saham, sekeras apa pun Anda mengawasi pergerakannya, tetap tidak dapat membuat harga saham naik. Keberhasilan dalam berbisnis sering membuat orang percaya: “Yang saya yakini, pasti bisa saya wujudkan.” Jangan karena paham bisnis lalu terlalu percaya diri.
7, Jangan percaya master kali ini seberapa akurat—cek, sebenarnya dia sudah tepat berapa kali
Sediakan catatan untuk “peramal jenius”: kapan dia mengatakan apa, berapa lama hingga diwujudkan, dan bagaimana hasilnya. Lihat apakah dia mengakui kesalahan, atau diam-diam mengganti ceritanya.
8, Setelah posisi besar meraih untung, dulu hitung: Anda sanggup kalah sampai berapa
Hitung dua skenario: menjual sebagian lalu harga terus naik; atau tidak menjual sama sekali lalu turun sampai separuh. Yang pertama membuat Anda kehilangan potensi untung sebesar berapa? Yang kedua apakah sampai mengganggu dana pensiun dan kebutuhan tempat tinggal? Baru kemudian putuskan berapa banyak yang dijual bertahap, dan uangnya diletakkan di mana. Jangan demi untung sedikit lebih banyak, Anda menaruh kembali uang yang sudah mengubah hidup ke dalam taruhan.
9, “Mulai lebih rasional nanti”, artinya tidak ada yang benar-benar berubah
Tulis tiga hal yang tidak akan Anda lakukan lagi: tidak menambah posisi hanya karena satu kabar; tidak meminjam uang untuk menutup kekurangan; dan tidak membeli produk yang risikonya tidak bisa dijelaskan dengan jelas. Letakkan di tempat yang mencolok sebelum melakukan order, lalu setiap kali cek satu per satu—kalau tidak, ya siap-siap memotong tangan.
10, Menghasilkan uang itu penting, tapi kehidupan lebih penting
Saran penulis: beli waktu, beli pengalaman, beli kebahagiaan. Sekali perjalanan keluarga, atau layanan yang bisa menghemat waktu, semuanya bisa membuat uang punya nilai yang lebih baik.
Imbal hasil terbaik dari investasi adalah mengubah uang yang Anda dapatkan menjadi hari-hari yang Anda impikan.
#btc