🚨 Raksasa teknologi AS menghadapi kemungkinan pergeseran dari investasi AI yang didanai kas menjadi didanai utang.

“Hyper 5” — Amazon, Alphabet, Microsoft, Meta, dan Oracle — menghabiskan $1,1 triliun untuk belanja modal selama lima tahun terakhir.

Pengeluaran mereka untuk AI dan pusat data diproyeksikan melonjak tambahan $5,3 triliun hingga tahun 2030, memunculkan kekhawatiran apakah imbal hasil dapat membenarkan pengeluaran besar tersebut.

S&P Global Ratings memperkirakan keenam hyperscaler utama AS akan menghasilkan arus kas bebas operasi (free operating cash flow) negatif pada tahun 2026 dan 2027, tanpa pemulihan yang diharapkan sebelum tahun 2029.

Alphabet mencatat kuartal arus kas bebas negatif pertamanya sejak IPO tahun 2004, sementara arus kas tertinggal milik Amazon juga beralih tajam menjadi negatif di tengah percepatan investasi AI.

S&P Global memperingatkan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut dapat semakin bergeser dari belanja AI yang didanai kas menjadi didanai utang sebelum imbal hasil investasi benar-benar terwujud.