Risiko pemilihan sela presiden AS diremehkan?
Pasar secara serius meremehkan risiko bahwa hasil pemilihan sela AS akan ditantang, yang kemudian memicu perselisihan politik dan hukum. Sementara itu, biaya lindung nilai di Wall Street telah turun ke level terendah baru tahun ini, dan volatilitas tersirat opsi put S&P 500 untuk November turun di bawah 15%, menyediakan jendela biaya rendah untuk membeli perlindungan lebih awal.
Peluang bahwa hasil pemilu akan disengketakan, bahkan memicu gejolak politik, saat ini diremehkan secara serius oleh pasar; penetapan harga di pasar opsi belum sepenuhnya mencerminkan risiko ekor ini.
Seiring pasar menjadi lebih tenang pada bulan Agustus, volatilitas tersirat opsi put indeks S&P 500 telah turun tajam dari puncaknya pada bulan Juli. Semakin tenang pasar, semakin rendah biaya posisi proteksi; dan begitu risiko pemilu benar-benar masuk ke dalam penetapan harga aset, volatilitas bisa naik dengan cepat, sehingga biaya lindung nilai pada saat itu juga akan meningkat secara signifikan.
Logika inti dibangun berdasarkan situasi jajak pendapat saat ini. Survei umumnya menunjukkan bahwa tingkat dukungan Trump menurun, Partai Demokrat berpeluang merebut kembali DPR, sementara Partai Republik diperkirakan akan mempertahankan mayoritas di Senat.
Yang benar-benar diabaikan pasar bukanlah hasil pemilu itu sendiri, melainkan potensi perselisihan politik dan hukum setelah hasil tersebut ditantang. Jika hasil akhir merugikan Trump, kemungkinan Trump bereaksi keras dan menantang hasil di sebagian daerah pemilihan diremehkan secara serius oleh pasar.
Dalam skenario ini, Trump mungkin mengajukan tantangan hukum terhadap setiap daerah pemilihan yang “dipersengketakan”, menyebabkan proses sertifikasi pemilu tertunda, serta memicu gelombang pemberitaan media seputar pertanyaan “apa yang terjadi selanjutnya” dan tuduhan bahwa “pemilu dicuri”.
Ketidakpastian politik seperti ini pada akhirnya dapat merambat ke pasar keuangan dan mendorong volatilitas naik dengan cepat. Bagi pasar, yang paling berbahaya bukanlah siapa yang menang, melainkan hasil pemilu yang lama tidak dapat dipastikan dan ketidakpastian berkelanjutan yang ditimbulkannya.