Tadi malam saham AS serba hijau—eh, ternyata merah semua. Dow Jones turun lebih dari 600 poin; Apple, Microsoft, dan Nvidia juga ikut jatuh. Tapi Intel malah naik lebih dari 9%: kabarnya singkat dan langsung pada intinya—mulai 5 Oktober, harga prosesor PC akan dinaikkan lagi sekitar 10%. Kalau dihitung sejak awal tahun ini, ini sudah kali ketiga kenaikan harga. AMD ikut naik 5,9%, dan indeks semikonduktor Philadelphia juga berbalik menguat.

Aku sudah memikirkan logikanya cukup lama, tapi masih belum paham. Kondisi pasar untuk chip PC dua tahun terakhir, semua orang juga tahu; AMD merebut pangsa, pengiriman pun jadi begitu. Tapi sekarang malah mengerek harga untuk dorong saham naik putaran demi putaran, dan pasar benar-benar merespons dengan membeli. Kalau di industri lain, kalau barang tidak laku lalu langsung menaikkan harga, pasti sudah lebih dulu dimaki habis-habisan.

Aku tipe yang dua tahun lalu sempat “kena” di saham chip—jadi lihat-lihat saja untuk model begini. Tapi aku penasaran: kalau benar pada hari kenaikan harga 10 Oktober, orang yang mau merakit PC mungkin akan mengumpat Intel di satu sisi, sambil berbalik memesan ke AMD.