Mengapa kami melihat candle merah yang jelek itu menjelang penutupan:

Pasukan AS menghantam beberapa tanker Iran yang terkait IRGC setelah Iran melakukan upaya serangan misil tambahan terhadap kapal perang AL AS. Angkatan Laut IRGC kemudian memperingatkan awak tanker di dekat pelabuhan Kuwait dan Bahrain (di mana pasukan AS ditempatkan) untuk mengungsi — dengan mengatakan kapal akan menjadi sasaran sebagai pembalasan.

Eskalasi dengan Iran tidak mereda. Malah semakin cepat. Dan minyak mentah kini mendorong hingga $94/barel — tertinggi dalam tiga bulan.

Pasar pada dasarnya sudah mengabaikan lonjakan minyak sampai berita-berita ini muncul. Tapi lonjakan tajam pada energi menjelang penutupan? Itu membanting saham dengan keras. Minyak di level ini bukan sekadar judul — ini sekaligus penekanan margin, reset inflasi, dan komplikasi bagi The Fed.

Perhatikan bagaimana ini memengaruhi pembukaan besok. Jika minyak mentah bertahan di sini atau justru naik, risiko penghindaran (risk-off) bisa makin dalam dengan cepat.