Dari bangkrut paksa sampai hasil harian beberapa ribu U, hanya melakukan tiga hal
Butuh setahun untuk berbalik dari bangkrut paksa sampai bisa menghasilkan beberapa ribu U per hari, dan hanya melakukan tiga hal.
Dulu juga tiap hari ngejar koin-koin panas, rebutan yang kelipatan seratus kali; semalam bisa dua kali akun langsung habis nol—rasanya benar-benar hancur, paham.
Paling parah, sekali habis-habisan masuk long BTC saat harga turun dengan pin ke bawah lalu memantul—beberapa ribu U langsung lenyap, duduk menatap chart K line semalaman.
Baru saat itulah aku sadar: trading itu bukan karena teriak-teriak, bukan karena hoki, bukan juga karena passion dan berkhayal. Setelah itu, dengan gertak, mulai mengotak-atik sistem dan bermain sesuai ritme.
Di sekelilingku, beberapa senior ternyata juga berantakan—ada yang sudah meledak beberapa kali, lalu masih tersisa dana kecil ikut-ikutan; beberapa minggu kemudian malah naik. Ada juga yang cuma tersisa sedikit, lalu dimaki-maki; akhirnya bangun lagi dengan ritme rolling. Ada satu adik kecil yang eksekusinya maksimal: tiap hari hanya eksekusi satu order, dan sekarang stabil bisa menghasilkan harian.
Aku tidak mengajari hal-hal yang rumit. Cuma menyuruh mereka menghafal tiga hal ini: trading emosi tidak dilakukan—hanya mainkan sinyal kuat; ukuran posisi ditetapkan, stop loss wajib, jadi tidak akan rugi terlalu besar. Setiap hari hanya satu-dua order; di luar itu, jangan ngomong apa pun. Dengan begitu pelan-pelan keluar dari jurang yang dalam.
Kalau sekarang kamu juga tiap hari meledakkan akun sampai nol, lalu mentalnya cepat meledak, itu memang bisa coba lihat set ini—nggak menjamin jadi kaya mendadak, tapi setidaknya bisa menahan agar tidak balik ke jurang lagi
Butuh setahun untuk berbalik dari bangkrut paksa sampai bisa menghasilkan beberapa ribu U per hari, dan hanya melakukan tiga hal.
Dulu juga tiap hari ngejar koin-koin panas, rebutan yang kelipatan seratus kali; semalam bisa dua kali akun langsung habis nol—rasanya benar-benar hancur, paham.
Paling parah, sekali habis-habisan masuk long BTC saat harga turun dengan pin ke bawah lalu memantul—beberapa ribu U langsung lenyap, duduk menatap chart K line semalaman.
Baru saat itulah aku sadar: trading itu bukan karena teriak-teriak, bukan karena hoki, bukan juga karena passion dan berkhayal. Setelah itu, dengan gertak, mulai mengotak-atik sistem dan bermain sesuai ritme.
Di sekelilingku, beberapa senior ternyata juga berantakan—ada yang sudah meledak beberapa kali, lalu masih tersisa dana kecil ikut-ikutan; beberapa minggu kemudian malah naik. Ada juga yang cuma tersisa sedikit, lalu dimaki-maki; akhirnya bangun lagi dengan ritme rolling. Ada satu adik kecil yang eksekusinya maksimal: tiap hari hanya eksekusi satu order, dan sekarang stabil bisa menghasilkan harian.
Aku tidak mengajari hal-hal yang rumit. Cuma menyuruh mereka menghafal tiga hal ini: trading emosi tidak dilakukan—hanya mainkan sinyal kuat; ukuran posisi ditetapkan, stop loss wajib, jadi tidak akan rugi terlalu besar. Setiap hari hanya satu-dua order; di luar itu, jangan ngomong apa pun. Dengan begitu pelan-pelan keluar dari jurang yang dalam.
Kalau sekarang kamu juga tiap hari meledakkan akun sampai nol, lalu mentalnya cepat meledak, itu memang bisa coba lihat set ini—nggak menjamin jadi kaya mendadak, tapi setidaknya bisa menahan agar tidak balik ke jurang lagi
