Tembaga memasuki wilayah yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan harga yang menembus di atas $6,80 per pon seiring kekhawatiran pasokan bertabrakan dengan permintaan yang tumbuh cepat. Perdagangan terbaru juga mencatat rekor tertinggi di London, dengan tembaga LME mencapai sekitar $14.779 per metrik
🔥 Mengapa tembaga meroket?
1. Pasokan tambang yang mengetat
Produksi tambang global berada di bawah tekanan, dengan produsen utama termasuk Chili, Indonesia, dan Republik Demokratik Kongo melaporkan penurunan. Produksi tembaga tambang global turun sekitar 1,1% pada paruh pertama 2026.
2. Booming AI dan pusat data
Pusat data AI membutuhkan jumlah listrik yang sangat besar dan infrastruktur kelistrikan. Ekspansi jaringan, transmisi daya, dan pusat data menciptakan permintaan struktural tambahan untuk tembaga.
3. EV dan energi terbarukan
Kendaraan listrik, proyek energi terbarukan, dan modernisasi jaringan semuanya padat tembaga, sehingga memperkuat prospek permintaan jangka panjang.
4. Ketidakpastian tarif AS
Potensi tarif AS untuk tembaga olahan telah mendorong para pedagang memindahkan logam ke gudang AS. Hal itu membuat ketersediaan di pasar lain menjadi lebih ketat dan menambah premi pada harga tembaga AS.
📈 Apa yang terjadi selanjutnya?
Pergerakan di atas $6.80 menandakan momentum bullish yang kuat, tetapi rekor tertinggi juga dapat menarik aksi ambil untung dan koreksi tajam. Jika pasokan tetap terbatas sementara AI, elektrifikasi, dan permintaan infrastruktur terus tumbuh, $7 per pon bisa menjadi target psikologis penting.
#AEROSurges17%In24Hours #BitcoinETFsStill$1BShortIn2026



