Menurut Nikkei Asia, Toshiba dan Shin-Etsu Chemical milik Jepang, bekerja sama dengan Universitas Niigata, telah mengembangkan sel surya perovskit yang 1,5 kali lebih tahan lama dibanding alternatif yang ada. Perusahaan-perusahaan itu mengatakan sel tersebut memiliki ketahanan tertinggi di dunia dan dapat membantu mereka bersaing dengan produsen asal Tiongkok yang memimpin upaya untuk memproduksi massal sel surya generasi berikutnya.
