Premium diesel Eropa terhadap minyak mentah mencapai rekor pada awal September, dengan crack spread untuk diesel yang dikirim ke Eropa bagian selatan sempat mencapai $104,08 per barel. Menurut Sina Finance, kenaikan tersebut didorong oleh larangan ekspor diesel Rusia yang diperpanjang, gangguan pasokan akibat konflik Timur Tengah, serta berlanjutnya penarikan stok (inventory drawdowns).

Pada 1 September, selisih (diesel crack spread) diesel Eropa bagian selatan naik menjadi $104,08 per barel, pergerakan pertamanya menembus $100, sebelum mereda menjadi $100,79 pada hari berikutnya. Selisih yang setara untuk Eropa bagian utara adalah $99,66 dan $96,53 selama periode yang sama.

Pada 2 September, harga grosir diesel di Eropa selatan mencapai $198,73 per barel, sementara harga di Eropa utara adalah $194,47. Meskipun masih di bawah rekor tertinggi pada 2 April sebesar $215 per barel, harga diesel di Eropa selatan lebih dari dua kali harga minyak mentah Nord Sea terkait.

Menurut Sina Finance, perkiraan menunjukkan pasar diesel global mengalami kekurangan sekitar 1,3 juta hingga 1,4 juta barel per hari, setara dengan 15% hingga 20% dari volume pengangkutan diesel internasional normal. Rusia memperpanjang larangan ekspor diesel hingga 30 September, ekspor penyulingan Asia dibatasi, dan persediaan AS terus menurun.

Alan Gelder, wakil presiden senior bidang penyulingan di Wood Mackenzie, mengatakan pasokan diesel global masih belum memenuhi permintaan dan pasar sedang mengurangi persediaan. Josh Michalowski, kepala penetapan harga diesel Eropa di Argus, mengatakan harga mungkin melandai dalam jangka pendek, tetapi perawatan terencana kilang di Eropa pada September dan Oktober dapat mendorong nilai crack spread lebih tinggi. Amrita Sen, co-founder Energy Aspects, mengatakan pasokan ketat produk olahan dari Timur Tengah dan Rusia membuat pasar tetap ketat.