Pertukaran serangan terbaru antara Amerika Serikat dan Iran memberi tekanan baru pada pasar energi global.
Pasukan AS baru-baru ini menyerang tiga kapal tanker minyak yang terkait dengan Iran, sementara Iran membalas dengan serangan terhadap kapal-kapal yang digambarkannya menggunakan rute yang tidak berizin melalui Selat Hormuz.
Dampaknya sudah terlihat di pasar pengiriman. Lalu lintas melalui Selat Hormuz telah turun tajam, memunculkan kekhawatiran akan gangguan pada salah satu rute energi paling penting di dunia.
Harga minyak telah merespons risiko yang semakin meningkat. Brent crude baru-baru ini mendekati $98 per barel, mencapai level tertinggi enam minggu sebelum sedikit mundur.
Bagi para investor, situasinya menciptakan lingkungan yang rumit. Harga minyak yang lebih tinggi dapat meningkatkan tekanan inflasi, sementara ketidakpastian geopolitik dapat memicu langkah risk-off di seluruh saham dan kripto.
Semakin lama gangguan kapal tanker berlanjut, semakin penting langkah berikutnya dalam minyak dan Bitcoin.
#USIranTradeTankerStrikesEscalate


