Hari ini kita bahas hal yang sedikit berbeda: tentang hasrat.

Saya pernah melihat seseorang melakukan trading, arahnya benar, ukurannya juga tepat, dan stop loss-nya bahkan sudah dipasang. Tapi akhirnya dia mengalami margin call (meledak posisi/keluar paksa). Kenapa? Karena di tengah jalan dia mengubah stop loss berkali-kali—makin lama makin menjauh—sampai akhirnya tidak tahan lagi, baru akhirnya meledak.
$HYPE

Dia ditanya kenapa mengubah stop loss.
Dia bilang awalnya bisa menghasilkan cukup banyak, tapi kemudian terjadi penarikan (retracement). Dia merasa tidak rela, mengira masih bisa kembali, jadi terus memindahkan stop loss.

Itulah hasrat yang merusak. Awalnya sudah menghasilkan, tapi tidak puas, ingin lebih. Akhirnya profit berubah jadi loss, dan makin tidak rela—ingin balik modal. Saat berusaha balik modal, dia makin terjerumus, sampai akhirnya semuanya habis.

Hasrat adalah sesuatu yang sangat berbahaya dalam trading.

Saat masuk posisi, hasrat membuatmu impulsif—merasa kalau tidak ikut sekarang, nanti “ketinggalan”. Akhirnya kamu masuk di posisi yang seharusnya tidak kamu masuki. Saat memegang posisi, hasrat membuatmu serakah—padahal sudah sampai target, tapi kamu malah bertahan menunggu lebih, dan akhirnya seluruh profit kamu keluarkan lagi. Saat rugi, hasrat membuatmu tidak terkendali—tergesa untuk balik modal—sehingga ukuran posisi makin didorong, dan cara trading makin menyimpang.

Di setiap langkah, ada bayangan hasrat.
Lalu bagaimana cara menghadapi hasrat? Jujur saja, saya tidak punya cara yang canggih. Ada satu jurus yang bodoh: sebelum entry, tuliskan semua hal dengan jelas; begitu sudah sampai waktunya, eksekusi. Jangan lihat chart lagi, jangan ragu.

Karena saya tahu, begitu saya melihat fluktuasi di chart, hasrat akan terpancing. Lihat harga naik, ingin pegang lebih lama. Lihat harga turun, ingin tahan dulu lagi. Cara terbaik adalah tidak memberi kesempatan bagi diri sendiri untuk tergoda oleh hasrat.

Kemudian saya menemukan sebuah pola: sebagian besar kesalahan dalam trading terjadi saat hasrat sudah mulai muncul. Kalau kamu bisa berhenti sejenak saat hasrat mulai “menguasai”, lalu berpikir tiga detik, banyak order yang bahkan tidak akan pernah kamu pasang, dan banyak kerugian yang tidak akan pernah terjadi.

Semakin lama trading, kamu akan paham satu hal: jebakan terbesar pasar bukan karena arahnya salah, tapi karena hasratmu sendiri. Hasrat membuatmu tidak pergi saat seharusnya pergi, tidak berhenti saat seharusnya berhenti, dan tidak mengakui kesalahan saat seharusnya mengakui.

Kalau kamu bisa mengendalikan hasrat, itu sudah membuatmu lebih kuat daripada kebanyakan orang.

Lain kali saat ingin membuat order, tanya dulu pada diri sendiri: keputusan ini penilaian yang rasional, atau sekadar dorongan sesaat? Keputusan yang dibuat saat impulsif—dari sepuluh, sembilan biasanya salah.

Istirahat sebentar dulu, lalu lihat lagi. Setelah tenang, rasanya akan berbeda. #俄乌交火库什纳维特科夫赴基辅