Bicara yang lebih realistis. Setelah stop loss dicabut, apa yang akan kamu lakukan selanjutnya?

Aku tebak banyak orang akan melakukan satu hal—menambah posisi (averaging up). Mengira transaksi tadi tidak rugi, tapi juga tidak untung, jadi tidak nyaman. Lalu ingin menebusnya dengan transaksi berikutnya, bahkan dengan posisi yang lebih berat dari sebelumnya. Akhirnya pergerakan pasar terus berlawanan arah. Kamu bukan cuma tidak menebusnya, tapi malah rugi lebih banyak lagi.

Aku pernah melihat siklus paling khas yang berbahaya seperti ini: cabut stop loss → tambah posisi → terjebak → cabut stop loss lagi → tambah posisi lagi. Hanya beberapa putaran saja, akunmu habis.
$SNDK
Stop loss itu, kalau sudah dicabut, urusan-urusan berikutnya pada dasarnya sudah tidak terkendali.

Kenapa tidak terkendali? Karena tindakan cabut stop loss itu sendiri menandakan bahwa mentalmu sudah tidak stabil. Kamu sedang takut—takut kerugian menjadi kenyataan. Orang yang takut rugi, keputusan apa pun yang dibuat setelahnya akan dibalut oleh rasa takut.

Rasa takut membuatmu tidak berani cabut stop loss, tidak berani memegang posisi, dan tidak berani menjalankan rencana. Satu langkah salah, langkah berikutnya salah juga.

Jadi cara yang kemudian aku lakukan sangat kaku: begitu stop loss dipasang dan tercabut, aku tidak melihatnya lagi. Pasar mau jalan ke mana pun, biar jalan. Kalau sudah sampai, ya sampai, dan aku keluar. Kalau belum, aku pegang—tidak mencabut, tidak memindahkan, tidak ragu.

Cara ini tidak cerdas, tapi itu membuatku tetap hidup.
#库克卸任苹果CEO特纳斯接任