USD/JPY menjadi sorotan pekan ini setelah pasangan mata uang tersebut turun di bawah 155 dan pelemahan dolar semakin cepat. Menurut Sina Finance, pasangan ini turun di bawah 153 selama sesi Asia hari Selasa dan melemah lebih dari 700 poin sepanjang pekan.
Dalam lima tahun terakhir, USD/JPY mengalami tiga penurunan terpisah sebesar 20 big figure atau lebih. Jika sejarah terulang, nilai tukar berpotensi turun jauh di bawah 150 dari level tertingginya pada Juli.
Agar pergerakan seperti itu terjadi, sikap kebijakan Bank of Japan yang lebih tegas perlu berlanjut hingga pertemuan kebijakan minggu depan. Para pedagang tampaknya memperhitungkan skenario tersebut, terutama setelah Perdana Menteri Sanae Takaichi tidak menentang kenaikan suku bunga lebih lanjut.
Kekuatan yen juga telah merambah ke seluruh blok mata uang G10. Pergerakan terbaru menunjukkan yen menguat terhadap dolar Selandia Baru, dengan NZD/JPY turun ke level terendah sejak Desember tahun lalu.
