• Hanwha Investment & Securities dikabarkan telah mengembangkan platform sekuritas tokenized yang beroperasi di beberapa jaringan, termasuk Avalanche dan Hyperledger Besu.

  • Integrasi token keamanan akan berlangsung dalam sistem pasar modal Korea Selatan mulai 4 Februari 2027.

Seiring pasar modal Korea Selatan mendekati teknologi blockchain, lembaga keuangan terus mempersiapkan diri dengan membangun platform sekuritas tokenized mereka sendiri. Hanwha Investment & Securities dilaporkan telah mengembangkan platform sekuritas tokenized yang beroperasi di beberapa jaringan, termasuk Avalanche.

Menurut Seoul Economic Daily, kabar tersebut diumumkan pada 6 September ketika Hanwha, bersama perusahaan teknologi blockchain FairSquare Lab, memulai pengembangan platform sekuritas tertokenisasi pada tahun 2025. Pengembangan platform dilakukan beberapa bulan sebelum integrasi resmi sekuritas tertokenisasi ke dalam sistem pasar modal.

Hanwha Bersiap untuk Kerangka Tokenisasi di Korea Selatan

Di Korea Selatan, undang-undang keuangan telah direvisi untuk memperlakukan distributed ledger sebagai sistem registri sekuritas. Revisi undang-undang tersebut akan berlaku mulai 4 Februari 2027. Perubahan ini berarti token sekuritas akan dimasukkan ke dalam sistem pasar modal yang ada. Perubahan ini juga akan memberikan dasar hukum yang jelas bagi lembaga keuangan yang mencoba bereksperimen dengan teknologi blockchain untuk mengelola sekuritas.

Di sisi lain, Financial Services Commission telah menyusun rencana implementasi tiga tahap. Artinya, pada tahap pertama, tokenisasi dana pasar uang dan obligasi yang ditempatkan secara pribadi akan diizinkan. Tahap kedua akan melibatkan tokenisasi saham yang tidak tercatat melalui pengaturan trust serta sekuritas investasi pecahan. Jika berhasil pada fase pertama, fase kedua dapat mencakup tokenisasi sekuritas yang ditawarkan kepada publik.

Hanwha Memperluas Strategi Investasi Blockchain-nya

Pengembangan platform Hanwha mendukung strategi blockchain dan tokenisasi yang lebih luas. Hanwha Group memiliki saham 9,6% di Securitize melalui tiga afiliasi, menjadikannya pemegang saham terbesar Securitize. Hanwha Investment & Securities juga berinvestasi 30 miliar won Korea, sekitar $22,3 juta, di Digital Asset. Perusahaan ini mengoperasikan Canton Network yang berfokus pada pasar keuangan institusional.

Secara keseluruhan, langkah-langkah ini menunjukkan meningkatnya fokus Hanwha pada infrastruktur keuangan yang tertokenisasi. Platformnya berbasis Avalanche dapat mendukung penerbitan dan pengelolaan sekuritas karena regulasi Korea Selatan terus berkembang. Namun, penyelesaian platform tersebut tidak mengindikasikan adopsi komersial yang luas. Implementasi regulasi harus berlanjut melalui tahap-tahap yang direncanakan sebelum sekuritas tertokenisasi dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

Sorotan Berita Kripto:ZachXBT Meningkatkan Kekhawatiran Penarikan WOO X Setelah Pengguna Melaporkan Penundaan 3 Hari