$XAU VÀNG ĐANG MẤT ĐÀ SAU CÚ GIẢM MẠNH 📉
Setelah turun hơn 1% pada sesi sebelumnya, harga emas kini masih kesulitan untuk kembali melanjutkan tren kenaikan.
Hingga tanggal 7/9, emas spot turun 0,85% menjadi sekitar 4.392,82 USD/ounce, sementara kontrak emas berjangka untuk bulan 12 juga turun 0,84% menjadi 4.439,21 USD.
Tekanan utama datang dari data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan. Hal ini membuat pasar harus menyesuaikan kembali ekspektasi terhadap prospek suku bunga The Fed (Fed).
Menurut CME FedWatch, probabilitas The Fed menaikkan suku bunga pada rapat 15–16/9 saat ini berada di level 58,4%, naik dari sekitar 55% sebelum data tenaga kerja dirilis.
Masalahnya, emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding). Semakin tinggi suku bunga, semakin kurang menarik untuk memegang emas. Uang cenderung mengalir ke aset lain yang menawarkan imbal hasil lebih baik.
Saat ini, 4.400 USD menjadi area harga yang sangat penting untuk dicermati. 👀
Bertahan di atas 4.400: pihak pembeli berpotensi kembali.
Di bawah 4.400: tekanan jual masih berpeluang terus mendominasi.
Tidak hanya emas, logam mulia lainnya juga sedang bergejolak:
Silver: -1,01%
Platinum: -0,71%
Palladium: -0,26%
Kesimpulannya: data AS lebih kuat dari yang diperkirakan, Fed bisa terus mempertahankan sikap yang tegas, dan emas saat ini belum menemukan dorongan untuk rebound. Level 4.400 akan menjadi area yang perlu mendapat perhatian khusus dalam jangka pendek. 📊 #45NgayTuDoTaiChinh #TinFed #TheoDõiFOMC