Saat Anda berinvestasi di pasar saham, apresiasi modal (menunggu harga naik) hanyalah salah satu cara untuk menghasilkan uang. Cara lainnya adalah melalui dividen.
Ketika perusahaan yang mapan dan sangat menguntungkan menghasilkan lebih banyak kas daripada yang mereka butuhkan untuk diinvestasikan kembali demi pertumbuhan mereka sendiri, mereka sering memilih untuk mendistribusikan sebagian dari laba tersebut langsung kepada para pemegang saham.
Sebelum Anda mulai membangun portofolio pendapatan pasif, Anda perlu memahami mekanisme yang menentukan pembayaran ini:
👉 Dividend Yield: Ini adalah imbal hasil tahunan atas investasi Anda berdasarkan harga saham saat ini. Jika sebuah saham berharga $100 dan membayar dividen $5 per tahun, imbal hasilnya adalah 5%.
👉 Payout Ratio: Imbal hasil yang besar mungkin terlihat menarik, tetapi Anda harus memeriksa payout ratio. Persentase dari total laba perusahaan yang dibayarkan. Jika sebuah perusahaan #USIranTradeTankerStrikesEscalate
Payout Ratio: Imbal hasil yang besar mungkin terlihat menarik, tetapi Anda harus memeriksa payout ratio. Persentase dari total laba perusahaan yang dibayarkan. Jika sebuah perusahaan membagikan 95% keuntungannya hanya untuk mempertahankan dividennya, pembayaran tersebut sangat rentan dipotong selama kuartal yang buruk.
👉 Tanggal Ex-Dividend: Ini adalah batas waktu terakhir. Untuk menerima pembayaran dividen yang akan datang, Anda harus membeli saham sebelum tanggal ex-dividend. Jika Anda membeli saham pada atau setelah tanggal ini, pemilik sebelumnya yang получает uang tunai.
Baca panduan lengkap kami untuk mengevaluasi saham dividen.