Pasar luar negeri sedang menyaksikan gejolak yang kuat saat yen Jepang menguat tajam sebesar 1,1% hingga level 154,56 per 1 USD, sekaligus mencatat level tertinggi sejak bulan Februari. Pejabat senior bank sentral Jepang, Jun Mimura, baru-baru ini menegaskan bahwa sikapnya terhadap yen tidak berubah, bahkan ketika penguatan ini sedang bertahan dan sudah membuat yen melesat jauh lebih mengesankan terhadap dolar AS.
Kenaikan yang begitu kuat ini melampaui titik puncak setelah intervensi bersama antara Tokyo dan Washington, di tengah situasi ketika banyak pihak makin meragukan efektivitas jangka panjang dari langkah-langkah intervensi kebijakan. Pendorong utamanya datang dari ekspektasi bahwa Bank of Japan (BOJ) akan terus menaikkan suku bunga, dikombinasikan dengan dugaan adanya perubahan alokasi aset dari Government Pension Investment Fund (GPIF) Jepang.
Menurut perkiraan dari analis strategi JPMorgan, kurs yang menembus level 155 dapat memicu gelombang lanjutan pada posisi short yang tidak lagi sejalan (short squeeze), sehingga mendorong yen Jepang terus menguat. Ledakan ini memberi tekanan besar pada indeks DXY dan memicu gejolak pada strategi perdagangan berbasis selisih suku bunga (carry trade) yang telah lama menjadi aktivitas di pasar keuangan global.
Sementara itu, di pasar kripto, fenomena yen yang menguat secara tajam dan gelombang penarikan dana dari posisi carry trade biasanya menciptakan guncangan likuiditas dalam jangka pendek. Ketika USD mendapat tekanan dan yen menguat, sentimen panic yang terbentuk dapat membuat $BTC dan aset-aset berisiko mengalami koreksi sementara sebelum akhirnya menemukan titik keseimbangan baru.
#yen #nhat_ban #forex
Kenaikan yang begitu kuat ini melampaui titik puncak setelah intervensi bersama antara Tokyo dan Washington, di tengah situasi ketika banyak pihak makin meragukan efektivitas jangka panjang dari langkah-langkah intervensi kebijakan. Pendorong utamanya datang dari ekspektasi bahwa Bank of Japan (BOJ) akan terus menaikkan suku bunga, dikombinasikan dengan dugaan adanya perubahan alokasi aset dari Government Pension Investment Fund (GPIF) Jepang.
Menurut perkiraan dari analis strategi JPMorgan, kurs yang menembus level 155 dapat memicu gelombang lanjutan pada posisi short yang tidak lagi sejalan (short squeeze), sehingga mendorong yen Jepang terus menguat. Ledakan ini memberi tekanan besar pada indeks DXY dan memicu gejolak pada strategi perdagangan berbasis selisih suku bunga (carry trade) yang telah lama menjadi aktivitas di pasar keuangan global.
Sementara itu, di pasar kripto, fenomena yen yang menguat secara tajam dan gelombang penarikan dana dari posisi carry trade biasanya menciptakan guncangan likuiditas dalam jangka pendek. Ketika USD mendapat tekanan dan yen menguat, sentimen panic yang terbentuk dapat membuat $BTC dan aset-aset berisiko mengalami koreksi sementara sebelum akhirnya menemukan titik keseimbangan baru.
#yen #nhat_ban #forex