Selamat siang!
Belakangan ini saya semakin merasa:
DeFi mungkin sedang menjadi arus utama dana berikutnya.
Kenapa?
Karena pasar sebelumnya menghangatkan L2—yang digodok adalah ekspansi, TPS, dan ekosistem.
Namun setelah kisah-kisah itu diputar satu putaran, dana pada akhirnya pasti kembali ke masalah yang lebih nyata:
siapa yang bisa benar-benar menghasilkan volume transaksi dan pendapatan yang sesungguhnya?
Itulah sebabnya belakangan ini saya mulai meninjau lagi HYPE, AAVE, UNI, dan JUP.
Di antaranya, yang paling layak untuk dibahas tentu saja HYPE.
Hyperliquid sendiri adalah protokol yang sangat khas tipe “digerakkan oleh aktivitas trading”.
Kalau volatilitas pasar terus diperbesar, volume transaksi kontrak di chain meningkat, pendapatan protokol juga bisa ikut bertambah.
Jadi logika HYPE agak berbeda dari koin public chain biasa.
AAVE mainnya benar-benar berbeda.
Ia tidak mengandalkan Meme, dan juga bukan sekadar mengejar tren panas jangka pendek, melainkan pemimpin yang relatif matang di ranah lending dalam DeFi.
Kalau nanti pasar mulai memberi valuasi lagi pada “protokol berbasis pendapatan”, proyek-proyek mapan seperti AAVE justru berpotensi kembali digali oleh dana.
UNI lebih mirip infrastruktur.
Keunggulan utamanya adalah brand dan likuiditas.
Sedangkan JUP adalah salah satu representasi dari ekosistem Solana.
Jadi keempat koin ini sebenarnya mewakili empat logika DeFi yang berbeda:
HYPE = Derivatif
AAVE = Pinjaman/lending
UNI = DEX
JUP = Solana DeFi
Karena itu saya belakangan ini tidak terlalu ingin hanya melihat satu koin.
Sebab kalau benar-benar muncul tren DeFi, pada akhirnya mungkin bukan satu proyek yang memimpin kenaikan sendirian, melainkan seluruh jalur/segmen itu akan dinilai ulang secara bersamaan.
Karena itu, selanjutnya saya akan fokus pada satu indikator:
apakah volume transaksi nyata di chain terus bertumbuh.
Kalau hanya harga koin yang naik sementara data on-chain tidak mengikuti, itu mungkin cuma sekadar spekulasi.
Tapi kalau harga, TVL, volume transaksi, dan pendapatan protokol tumbuh bersama, itu benar-benar cerita yang berbeda.
Jadi penilaian saya terhadap DeFi sekarang adalah:
boleh diperhatikan, tapi jangan mengejar hanya karena lonjakan besar dalam satu-dua hari.
Posisi yang benar-benar nyaman biasanya ada saat pasar belum membentuk ekspektasi yang sama.
Belakangan ini saya semakin merasa:
DeFi mungkin sedang menjadi arus utama dana berikutnya.
Kenapa?
Karena pasar sebelumnya menghangatkan L2—yang digodok adalah ekspansi, TPS, dan ekosistem.
Namun setelah kisah-kisah itu diputar satu putaran, dana pada akhirnya pasti kembali ke masalah yang lebih nyata:
siapa yang bisa benar-benar menghasilkan volume transaksi dan pendapatan yang sesungguhnya?
Itulah sebabnya belakangan ini saya mulai meninjau lagi HYPE, AAVE, UNI, dan JUP.
Di antaranya, yang paling layak untuk dibahas tentu saja HYPE.
Hyperliquid sendiri adalah protokol yang sangat khas tipe “digerakkan oleh aktivitas trading”.
Kalau volatilitas pasar terus diperbesar, volume transaksi kontrak di chain meningkat, pendapatan protokol juga bisa ikut bertambah.
Jadi logika HYPE agak berbeda dari koin public chain biasa.
AAVE mainnya benar-benar berbeda.
Ia tidak mengandalkan Meme, dan juga bukan sekadar mengejar tren panas jangka pendek, melainkan pemimpin yang relatif matang di ranah lending dalam DeFi.
Kalau nanti pasar mulai memberi valuasi lagi pada “protokol berbasis pendapatan”, proyek-proyek mapan seperti AAVE justru berpotensi kembali digali oleh dana.
UNI lebih mirip infrastruktur.
Keunggulan utamanya adalah brand dan likuiditas.
Sedangkan JUP adalah salah satu representasi dari ekosistem Solana.
Jadi keempat koin ini sebenarnya mewakili empat logika DeFi yang berbeda:
HYPE = Derivatif
AAVE = Pinjaman/lending
UNI = DEX
JUP = Solana DeFi
Karena itu saya belakangan ini tidak terlalu ingin hanya melihat satu koin.
Sebab kalau benar-benar muncul tren DeFi, pada akhirnya mungkin bukan satu proyek yang memimpin kenaikan sendirian, melainkan seluruh jalur/segmen itu akan dinilai ulang secara bersamaan.
Karena itu, selanjutnya saya akan fokus pada satu indikator:
apakah volume transaksi nyata di chain terus bertumbuh.
Kalau hanya harga koin yang naik sementara data on-chain tidak mengikuti, itu mungkin cuma sekadar spekulasi.
Tapi kalau harga, TVL, volume transaksi, dan pendapatan protokol tumbuh bersama, itu benar-benar cerita yang berbeda.
Jadi penilaian saya terhadap DeFi sekarang adalah:
boleh diperhatikan, tapi jangan mengejar hanya karena lonjakan besar dalam satu-dua hari.
Posisi yang benar-benar nyaman biasanya ada saat pasar belum membentuk ekspektasi yang sama.