$BTC siklus pengurangan separuh (halving) mulai tidak berfungsi, penetapan harga BTC beralih dari penambang ke modal Wall Street
Hari ini bursa saham AS tutup sepanjang hari
Beredar cerita selama empat tahun tentang siklus besar halving, tetapi sekarang logika dasarnya perlahan melemah. Seiring Bitcoin terus diproduksi, proporsi token baru yang dirilis setiap tahun dari aktivitas penambangan terhadap total pasokan yang beredar terus turun. Setelah halving berikutnya, porsi suplai baru akan menjadi sangat rendah.
Sederhananya, volume Bitcoin yang baru ditambang dibandingkan dengan total kepemilikan pasar, dampaknya kini sudah jauh lebih kecil. Dorongan yang dulu memicu bull market akibat guncangan pasokan, kini tidak lagi menjadi arus utama pasar.
Sebagai gantinya, dana ETF Wall Street dan portofolio kas perusahaan publik—memegang lebih dari 12% BTC yang beredar—memiliki ukuran dana beberapa belas kali lipat dibanding produksi tahunan penambang. Saat ini, yang benar-benar mengendalikan pergerakan pasar bukan lagi pengurangan block reward, melainkan ekspektasi suku bunga The Fed dan ritme pembelian/penebusan dana institusional.
Ini berarti, pola sejarah siklus bull-bear satu putaran setiap empat tahun yang terjadi selama ini tidak bisa langsung diterapkan pada pergerakan pasar berikutnya. Siklus pasar akan memanjang, menjadi siklus besar 6–8 tahun.
Pelajaran untuk trading: jangan hanya mengandalkan node waktu halving untuk menyusun posisi jangka panjang. Likuiditas makro dan arus dana institusional, bobotnya sudah jauh lebih besar daripada narasi halving. Kenaikan atau penurunan BTC di masa depan, lebih banyak dipengaruhi oleh imbal hasil Treasury AS dan data permohonan ETF, bukan oleh output penambangan
Hari ini bursa saham AS tutup sepanjang hari
Beredar cerita selama empat tahun tentang siklus besar halving, tetapi sekarang logika dasarnya perlahan melemah. Seiring Bitcoin terus diproduksi, proporsi token baru yang dirilis setiap tahun dari aktivitas penambangan terhadap total pasokan yang beredar terus turun. Setelah halving berikutnya, porsi suplai baru akan menjadi sangat rendah.
Sederhananya, volume Bitcoin yang baru ditambang dibandingkan dengan total kepemilikan pasar, dampaknya kini sudah jauh lebih kecil. Dorongan yang dulu memicu bull market akibat guncangan pasokan, kini tidak lagi menjadi arus utama pasar.
Sebagai gantinya, dana ETF Wall Street dan portofolio kas perusahaan publik—memegang lebih dari 12% BTC yang beredar—memiliki ukuran dana beberapa belas kali lipat dibanding produksi tahunan penambang. Saat ini, yang benar-benar mengendalikan pergerakan pasar bukan lagi pengurangan block reward, melainkan ekspektasi suku bunga The Fed dan ritme pembelian/penebusan dana institusional.
Ini berarti, pola sejarah siklus bull-bear satu putaran setiap empat tahun yang terjadi selama ini tidak bisa langsung diterapkan pada pergerakan pasar berikutnya. Siklus pasar akan memanjang, menjadi siklus besar 6–8 tahun.
Pelajaran untuk trading: jangan hanya mengandalkan node waktu halving untuk menyusun posisi jangka panjang. Likuiditas makro dan arus dana institusional, bobotnya sudah jauh lebih besar daripada narasi halving. Kenaikan atau penurunan BTC di masa depan, lebih banyak dipengaruhi oleh imbal hasil Treasury AS dan data permohonan ETF, bukan oleh output penambangan
