一 ton ponsel mengekstrak 200 gram emas? Bangun, jangan bermimpi lagi
Pertama-tama, tanya dulu: kamu percaya nggak? Jujur, waktu pertama kali lihat angka ini, aku sampai hampir berkeringat karena menggenggam ponsel.
Di internet, kabarnya dibuat seolah-olah luar biasa: ponsel bekas adalah “tambang perkotaan”, satu ton bisa menghasilkan 200 gram emas. Kedengarannya lebih untung daripada menambang, sampai-sampai aku hampir ingin memuja beberapa ponsel rusak yang ada di laci.
Hasilnya? Lagi-lagi cuma clickbait yang main-main dengan angka. Kalau dihitung dengan logika itu, ponsel yang sudah dibuang di seluruh dunia setiap tahun seharusnya sudah menumpuk jadi tambang emas, padahal kenyataannya biaya daur ulang dan pemurnian tinggi, prosesnya rumit, dan untuk orang biasa membongkar ponsel hampir tidak bisa dapat uang; bisa balik modal saja sudah syukur.
Intinya, kandungan emas memang ada, tapi tidak sampai level yang bisa kamu pungut begitu saja. Keuntungan besar di rantai industri bukan untukmu yang cuma mengunyah tulang; mau kaya dari ngumpulin ponsel bekas, mending kerja angkut batu bata di proyek lebih realistis.
Yang menggaungkan “200 gram per ton” itu entah bodoh entah jahat, entah mau menipumu beli alat, entah mau menipumu menimbun ponsel rongsokan. Sadar sedikit, hidangan gratis dari langit itu kebanyakan cuma besi padat.
Jadi, ponsel pensiun yang ada di tanganmu itu, benar-benar tega dihancurkan demi dimurnikan jadi emas?
#今日财经 #热点财经 #市场观察 #币安广场 #热点速评
Pertama-tama, tanya dulu: kamu percaya nggak? Jujur, waktu pertama kali lihat angka ini, aku sampai hampir berkeringat karena menggenggam ponsel.
Di internet, kabarnya dibuat seolah-olah luar biasa: ponsel bekas adalah “tambang perkotaan”, satu ton bisa menghasilkan 200 gram emas. Kedengarannya lebih untung daripada menambang, sampai-sampai aku hampir ingin memuja beberapa ponsel rusak yang ada di laci.
Hasilnya? Lagi-lagi cuma clickbait yang main-main dengan angka. Kalau dihitung dengan logika itu, ponsel yang sudah dibuang di seluruh dunia setiap tahun seharusnya sudah menumpuk jadi tambang emas, padahal kenyataannya biaya daur ulang dan pemurnian tinggi, prosesnya rumit, dan untuk orang biasa membongkar ponsel hampir tidak bisa dapat uang; bisa balik modal saja sudah syukur.
Intinya, kandungan emas memang ada, tapi tidak sampai level yang bisa kamu pungut begitu saja. Keuntungan besar di rantai industri bukan untukmu yang cuma mengunyah tulang; mau kaya dari ngumpulin ponsel bekas, mending kerja angkut batu bata di proyek lebih realistis.
Yang menggaungkan “200 gram per ton” itu entah bodoh entah jahat, entah mau menipumu beli alat, entah mau menipumu menimbun ponsel rongsokan. Sadar sedikit, hidangan gratis dari langit itu kebanyakan cuma besi padat.
Jadi, ponsel pensiun yang ada di tanganmu itu, benar-benar tega dihancurkan demi dimurnikan jadi emas?
#今日财经 #热点财经 #市场观察 #币安广场 #热点速评
