Kelompok pemburu promo sarapan, sampai-sampai hotel dibuat kesal dan meledak.

Sarapan prasmanan hotel pada dasarnya adalah urusan orang yang paham kenikmatan hidup. Sekarang malah jadi kantin gratis para pemburu promo. Kamu bilang pesan kamar tanpa sarapan, tapi nekat menyelinap masuk buat ngambil beberapa suap; hitunganmu itu lebih nyaring daripada lampu gantung di lobi hotel.

Ada orang yang sengaja menunggu sebelum jam makan pukul setengah delapan, berbaur dengan rombongan tur tanpa merasa malu sedikit pun. Ada juga yang lebih gila lagi: begitu kantong bawaannya dibuka, telur dadar, sosis, roti kecil semua dimasukkan ke kantong, seperti pengungsi yang menggasak barang diskon. Staf hotel bukan buta, hanya malas mempermalukan orang di depan umum.

Akhirnya, ada hotel yang memasang papan: tamu yang bukan menginap, makan dikenakan 99 yuan per orang. Lalu apa yang terjadi? Para pemburu promo langsung meledak, bilang hotel pelit. Aku justru bingung: kamu bahkan ingin menghemat biaya kamar, lalu kenapa orang lain harus memberi makanmu gratis? Kalau dihitung benar-benar, biaya sarapan itu juga tidak murah; segelas jus ditambah dua telur saja biayanya bisa belasan yuan.

Aksi seperti ini bukan yang memalukan, yang memalukan itu habis mengambil manfaat masih saja memaki kokinya. Hotel itu industri jasa, bukan tempat amal. Aturan harus ditegakkan agar adil bagi orang yang membayar untuk menginap.

Kamu bilang, di zaman sekarang bahkan untuk sarapan pun harus adu akal, sebenarnya siapa yang duluan membuang rasa malu ke tanah?

#酒店早餐 #羊毛党 #财经热点 #今日财经 #热点财经