Presiden AS Donald Trump baru-baru ini kembali bersuara di platform sosial Truth Social, menyoroti kebijakan moneter Federal Reserve. Ia mengutip data kuat yang melampaui ekspektasi, yakni tambahan 162 ribu pekerjaan non-pertanian pada bulan Agustus, dan dengan tegas menuntut The Fed untuk memangkas suku bunga. Trump secara blak-blakan mengatakan bahwa suku bunga tinggi menempatkan Amerika Serikat dalam posisi yang tidak adil; sebagai negara dengan tingkat kredit terkuat, AS seharusnya menikmati suku bunga global terendah. Ia bahkan mengancam bahwa jika negara-negara dengan defisit perdagangan tidak bekerja sama, ia akan mempertimbangkan untuk menghentikan hubungan dagang dengan negara-negara terkait, dengan nada yang sangat tajam.
Yang menarik dari pernyataan ini adalah bahwa biasanya pasar tenaga kerja yang panas akan memberi alasan bagi The Fed untuk mempertahankan suku bunga tinggi, tetapi Trump justru menekan dengan logika sebaliknya, dengan berpendapat bahwa ekonomi yang kuat seharusnya diimbangi dengan lingkungan suku bunga rendah. Di tengah latar belakang putusan tarif Mahkamah Agung, tarik-menarik kebijakan antara Gedung Putih dan The Fed kembali menjadi sorotan, dan pasar juga sedang menilai ulang arah suku bunga ke depan.
Bagi pasar keuangan tradisional, tekanan politik seperti ini sering kali memperbesar volatilitas jangka pendek pada indeks dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Di satu sisi, jika ekspektasi pemangkasan suku bunga menguat, secara teori akan menguntungkan saham AS dan emas; namun di sisi lain, ancaman eskalasi friksi dagang juga dapat memicu sentimen safe haven baru serta gangguan rantai pasok, sehingga dana cenderung lebih berhati-hati dalam tarik-menarik ini.
Kembali ke pasar kripto, perubahan ekspektasi likuiditas sejak lama menjadi kunci yang memengaruhi sentimen aset utama seperti $BTC . Ekspektasi lingkungan suku bunga rendah biasanya menarik bagi aset berisiko, tetapi periode tarik-menarik kebijakan makro sering kali disertai volatilitas yang naik-turun. Saat ini, baik pihak bullish maupun bearish sama-sama menunggu sikap nyata dari The Fed, sehingga pergerakan pasar masih perlu dilihat sambil berjalan.👀
#Trump #美联储 #降息
Yang menarik dari pernyataan ini adalah bahwa biasanya pasar tenaga kerja yang panas akan memberi alasan bagi The Fed untuk mempertahankan suku bunga tinggi, tetapi Trump justru menekan dengan logika sebaliknya, dengan berpendapat bahwa ekonomi yang kuat seharusnya diimbangi dengan lingkungan suku bunga rendah. Di tengah latar belakang putusan tarif Mahkamah Agung, tarik-menarik kebijakan antara Gedung Putih dan The Fed kembali menjadi sorotan, dan pasar juga sedang menilai ulang arah suku bunga ke depan.
Bagi pasar keuangan tradisional, tekanan politik seperti ini sering kali memperbesar volatilitas jangka pendek pada indeks dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Di satu sisi, jika ekspektasi pemangkasan suku bunga menguat, secara teori akan menguntungkan saham AS dan emas; namun di sisi lain, ancaman eskalasi friksi dagang juga dapat memicu sentimen safe haven baru serta gangguan rantai pasok, sehingga dana cenderung lebih berhati-hati dalam tarik-menarik ini.
Kembali ke pasar kripto, perubahan ekspektasi likuiditas sejak lama menjadi kunci yang memengaruhi sentimen aset utama seperti $BTC . Ekspektasi lingkungan suku bunga rendah biasanya menarik bagi aset berisiko, tetapi periode tarik-menarik kebijakan makro sering kali disertai volatilitas yang naik-turun. Saat ini, baik pihak bullish maupun bearish sama-sama menunggu sikap nyata dari The Fed, sehingga pergerakan pasar masih perlu dilihat sambil berjalan.👀
#Trump #美联储 #降息