Data non-farm (NFP) terhadap pengaruh kripto memang cukup langsung, intinya masih bergantung pada apakah The Fed nantinya akan memangkas suku bunga atau tidak, dan seberapa besar pemangkasan tersebut.

Jika data sesuai ekspektasi atau cenderung melemah—misalnya penambahan lapangan kerja lebih rendah dari perkiraan, tingkat pengangguran naik sampai 4,2%, dan pertumbuhan gaji terus melambat—maka pasar akan lebih mudah bertaruh bahwa The Fed akan terus menurunkan suku bunga. Saat ekspektasi penurunan suku bunga menghangat, dolar berpotensi melemah, ekspektasi likuiditas membaik, dan aset berisiko termasuk Bitcoin dan Ethereum biasanya mendapat angin segar; dalam jangka pendek bisa saja terjadi kenaikan.

Sebaliknya, jika data ternyata sangat kuat secara tak terduga—misalnya penambahan lapangan kerja jauh di atas ekspektasi, tingkat pengangguran turun, dan pertumbuhan upah memantul—pasar bisa khawatir akan adanya “kekakuan” inflasi. Ekspektasi penurunan suku bunga pun akan ditekan, dolar menguat, dan pasar kripto mungkin mengalami tekanan dengan risiko koreksi jangka pendek yang meningkat.

Namun berdasarkan ekspektasi saat ini, data cenderung melemah secara keseluruhan, dan pertumbuhan upah juga sedang turun. Ini menunjukkan pasar tenaga kerja bukan pendorong inflasi, yang relatif lebih ramah untuk kripto. Tapi perlu diingat, fluktuasi di sekitar rilis data seperti ini sering kali sangat besar—terutama sekarang rentang ekspektasinya begitu lebar. Jika data aktual terlalu berbeda dari ekspektasi, pergerakan harga bisa naik-turun dengan cepat.

Singkatnya: data makin buruk, ekspektasi pemangkasan suku bunga makin kuat, kripto cenderung lebih bullish; data makin kuat, ekspektasi pemangkasan suku bunga makin lemah, kripto cenderung lebih bearish. Tapi jangan hanya melihat satu angka—tingkat pengangguran dan laju pertumbuhan upah juga sama pentingnya.$TRIA $ZEC