BITCOIN KEMBALI BERGERAK: DUKUNGAN G20, TAPI FED ADALAH PENDORONG UTAMA
Bitcoin kini kembali melesat dengan kuat, menembus lebih dari 80.000 USD dan mendekati area 81.400 USD. Kenaikan kali ini dipicu oleh banyak faktor sekaligus, namun G20 bukan satu-satunya penyebab.
Perhatian utama tetap tertuju pada Fed. Gubernur Christopher Waller memberikan sinyal bahwa ia mungkin mendukung kebijakan mempertahankan suku bunga jika inflasi terus mereda. Karena itu, ekspektasi bahwa Fed akan menaikkan suku bunga pada bulan September pun ikut menurun.
Ini merupakan lingkungan yang kondusif bagi aset berisiko seperti Bitcoin. Ketika biaya modal turun dan tekanan dari dolar AS mereda, arus dana biasanya cenderung mengalir ke aset dengan potensi imbal hasil yang lebih tinggi.
Kenaikan juga diperkuat oleh likuidasi short. Saat BTC kembali menembus 80.000 USD, banyak posisi short harus ditutup, menciptakan tambahan tekanan beli dan membuat harga bergerak lebih cepat.
Sementara itu, G20 menghadirkan narasi positif untuk kripto dalam jangka panjang. Perekonomian besar terus membahas kerangka regulasi untuk aset digital, stablecoin, serta pembayaran lintas negara. Ini menunjukkan kripto makin didorong untuk terintegrasi lebih dalam ke sistem keuangan global.
Namun, kenaikan sepenuhnya tidak seharusnya dikaitkan pada G20. G20 adalah katalis dari sisi kebijakan dan sentimen, sedangkan pendorong langsung saat ini tetaplah Fed, imbal hasil (yield), USD, dan arus dana.
Secara teknis, area 82.000–83.000 USD adalah rintangan penting. Jika BTC menembus secara meyakinkan zona ini, target berikutnya bisa menjadi 90.000 USD, lebih jauh lagi menuju area puncak tahun 2026. Sebaliknya, bila terjadi penolakan, BTC dapat kembali menguji 80.000 USD.
Kesimpulannya: G20 memperkuat fondasi jangka panjang untuk Bitcoin, tetapi Fed-lah faktor penentu apakah BTC bisa terus “terbang”.
#bitcoin #BTC
Bitcoin kini kembali melesat dengan kuat, menembus lebih dari 80.000 USD dan mendekati area 81.400 USD. Kenaikan kali ini dipicu oleh banyak faktor sekaligus, namun G20 bukan satu-satunya penyebab.
Perhatian utama tetap tertuju pada Fed. Gubernur Christopher Waller memberikan sinyal bahwa ia mungkin mendukung kebijakan mempertahankan suku bunga jika inflasi terus mereda. Karena itu, ekspektasi bahwa Fed akan menaikkan suku bunga pada bulan September pun ikut menurun.
Ini merupakan lingkungan yang kondusif bagi aset berisiko seperti Bitcoin. Ketika biaya modal turun dan tekanan dari dolar AS mereda, arus dana biasanya cenderung mengalir ke aset dengan potensi imbal hasil yang lebih tinggi.
Kenaikan juga diperkuat oleh likuidasi short. Saat BTC kembali menembus 80.000 USD, banyak posisi short harus ditutup, menciptakan tambahan tekanan beli dan membuat harga bergerak lebih cepat.
Sementara itu, G20 menghadirkan narasi positif untuk kripto dalam jangka panjang. Perekonomian besar terus membahas kerangka regulasi untuk aset digital, stablecoin, serta pembayaran lintas negara. Ini menunjukkan kripto makin didorong untuk terintegrasi lebih dalam ke sistem keuangan global.
Namun, kenaikan sepenuhnya tidak seharusnya dikaitkan pada G20. G20 adalah katalis dari sisi kebijakan dan sentimen, sedangkan pendorong langsung saat ini tetaplah Fed, imbal hasil (yield), USD, dan arus dana.
Secara teknis, area 82.000–83.000 USD adalah rintangan penting. Jika BTC menembus secara meyakinkan zona ini, target berikutnya bisa menjadi 90.000 USD, lebih jauh lagi menuju area puncak tahun 2026. Sebaliknya, bila terjadi penolakan, BTC dapat kembali menguji 80.000 USD.
Kesimpulannya: G20 memperkuat fondasi jangka panjang untuk Bitcoin, tetapi Fed-lah faktor penentu apakah BTC bisa terus “terbang”.
#bitcoin #BTC