#TeslaOwners
@elonmusk
Saat kecil aku memimpikan serial TV “The A-Team” yang keren, dan kini hal #KnightRider -nya sedang diwujudkan
Yuk lihat Cybercab dalam dua hari terakhir ini
Kisah Robotaxi Tesla akhirnya tidak lagi cuma omongan PPT—tapi skala yang diumumkan ternyata jauh berbeda dari angka yang sempat beredar sebelumnya.
Pada 9/3, Cybercab resmi tampil di Austin—tanpa setir, tanpa pedal rem, tanpa pengemudi keselamatan, dan benar-benar menjadi taksi otonom tanpa awak. Ini langkah paling penting yang diambil Tesla dari mobil listrik, ke FSD, sampai ke transportasi berbasis pengemudian otomatis.
Namun per 8/31, Cybercab yang terdaftar di DMV Texas sebenarnya hanya 7 unit. Total armada robot taksi di seluruh Texas (mayoritas masih mobil hasil ubahan Model Y) kira-kira sekitar 270 hingga 276 unit. Dan setiap saat, kendaraan yang benar-benar beroperasi dalam mode “tanpa pengawasan manusia” kira-kira hanya sekitar 20 sampai 30 unit. Sebagai perbandingan, Waymo saat ini sekitar 3.500 mobil, tersebar di 11 kota besar, menyelesaikan lebih dari 500.000 perjalanan berbayar setiap minggu, dan total sudah menempuh lebih dari 220 juta mil dalam mode pengemudian tanpa awak. Total mil tempuh Tesla baru 380.000 mil—kurang dari 0,2% dari total mil Waymo.
Dibandingkan mobil hasil ubahan Model Y yang ada, keunggulan terbesar Cybercab sebenarnya adalah efisiensi. Model dua kursi yang didesain khusus untuk mengangkut penumpang ini mengonsumsi sekitar 165 watt-jam per mil. Ia adalah EV Tesla yang paling efisien saat ini. Bobotnya 3.113 pon, dilengkapi baterai 48 kWh, sehingga lebih ringan dan lebih aerodinamis dibanding Model Y. Namun keunggulan ini hanya cocok untuk kebutuhan angkut penumpang dengan kapasitas dua orang ke bawah. Karena itu, Model Y tetap dipakai Tesla untuk menjawab segmen pasar tersebut.
Pasar tidak langsung gila-gilaan mengejar harga hanya karena Cybercab tampil—sebabnya sederhana: jarak antara tech demo dan komersialisasi skala besar masih sangat panjang. Pihak optimis percaya Tesla pada akhirnya bisa mengubah seluruh industri otomotif dengan “ekonomi perangkat lunak” (software economics). Sementara pihak skeptis menilai 7 unit mobil masih jauh dari cukup untuk membuktikan kemampuan komersialisasinya.
Indikator kunci yang seharusnya benar-benar diperhatikan bukan seperti apa Cybercab, melainkan berapa banyak unit mobil tanpa awak yang bisa ditambahkan armadannya setiap bulan ke depan, serta bagaimana sikap lembaga pengawas terhadap opsi kendaraan jenis baru yang sama sekali tidak dikendalikan oleh manusia.
Robotaxi Tesla akhirnya benar-benar mulai mengangkut penumpang, tapi ukuran armadanya hanya sepersepuluh dari Waymo—apakah kamu merasa ini titik awal untuk percepatan penggandaan setelah terobosan teknologi, atau ini lagi-lagi kisah “demo-nya keren, namun skalanya sulit”?
$TSLA #美股 #自動駕駛 #財報季
@elonmusk
Saat kecil aku memimpikan serial TV “The A-Team” yang keren, dan kini hal #KnightRider -nya sedang diwujudkan
Yuk lihat Cybercab dalam dua hari terakhir ini
Kisah Robotaxi Tesla akhirnya tidak lagi cuma omongan PPT—tapi skala yang diumumkan ternyata jauh berbeda dari angka yang sempat beredar sebelumnya.
Pada 9/3, Cybercab resmi tampil di Austin—tanpa setir, tanpa pedal rem, tanpa pengemudi keselamatan, dan benar-benar menjadi taksi otonom tanpa awak. Ini langkah paling penting yang diambil Tesla dari mobil listrik, ke FSD, sampai ke transportasi berbasis pengemudian otomatis.
Namun per 8/31, Cybercab yang terdaftar di DMV Texas sebenarnya hanya 7 unit. Total armada robot taksi di seluruh Texas (mayoritas masih mobil hasil ubahan Model Y) kira-kira sekitar 270 hingga 276 unit. Dan setiap saat, kendaraan yang benar-benar beroperasi dalam mode “tanpa pengawasan manusia” kira-kira hanya sekitar 20 sampai 30 unit. Sebagai perbandingan, Waymo saat ini sekitar 3.500 mobil, tersebar di 11 kota besar, menyelesaikan lebih dari 500.000 perjalanan berbayar setiap minggu, dan total sudah menempuh lebih dari 220 juta mil dalam mode pengemudian tanpa awak. Total mil tempuh Tesla baru 380.000 mil—kurang dari 0,2% dari total mil Waymo.
Dibandingkan mobil hasil ubahan Model Y yang ada, keunggulan terbesar Cybercab sebenarnya adalah efisiensi. Model dua kursi yang didesain khusus untuk mengangkut penumpang ini mengonsumsi sekitar 165 watt-jam per mil. Ia adalah EV Tesla yang paling efisien saat ini. Bobotnya 3.113 pon, dilengkapi baterai 48 kWh, sehingga lebih ringan dan lebih aerodinamis dibanding Model Y. Namun keunggulan ini hanya cocok untuk kebutuhan angkut penumpang dengan kapasitas dua orang ke bawah. Karena itu, Model Y tetap dipakai Tesla untuk menjawab segmen pasar tersebut.
Pasar tidak langsung gila-gilaan mengejar harga hanya karena Cybercab tampil—sebabnya sederhana: jarak antara tech demo dan komersialisasi skala besar masih sangat panjang. Pihak optimis percaya Tesla pada akhirnya bisa mengubah seluruh industri otomotif dengan “ekonomi perangkat lunak” (software economics). Sementara pihak skeptis menilai 7 unit mobil masih jauh dari cukup untuk membuktikan kemampuan komersialisasinya.
Indikator kunci yang seharusnya benar-benar diperhatikan bukan seperti apa Cybercab, melainkan berapa banyak unit mobil tanpa awak yang bisa ditambahkan armadannya setiap bulan ke depan, serta bagaimana sikap lembaga pengawas terhadap opsi kendaraan jenis baru yang sama sekali tidak dikendalikan oleh manusia.
Robotaxi Tesla akhirnya benar-benar mulai mengangkut penumpang, tapi ukuran armadanya hanya sepersepuluh dari Waymo—apakah kamu merasa ini titik awal untuk percepatan penggandaan setelah terobosan teknologi, atau ini lagi-lagi kisah “demo-nya keren, namun skalanya sulit”?
$TSLA #美股 #自動駕駛 #財報季