Bank Jepang bulan ini kemungkinan akan menaikkan suku bunga
Menurut sumber yang mengetahui, kemungkinan besar Bank Jepang bulan ini akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin, dari 1% menjadi 1,25%. Alasannya adalah risiko inflasi cenderung mengarah ke atas—dalam laporan prospek bulan lalu, inflasi inti diperkirakan akan jauh melampaui 2% mulai paruh kedua tahun fiskal; harga layanan juga terus naik. Pada bulan Juli, angkanya naik dari 1,1% pada bulan Juni menjadi 1,2%, yang menunjukkan bahwa perusahaan mulai membebankan biaya tenaga kerja yang meningkat kepada konsumen; melemahnya nilai yen secara berkelanjutan turut mendorong biaya impor dan menambah tekanan inflasi.
Kali ini, bank sentral juga memberikan sinyal: ke depannya, ritme kenaikan suku bunga akan lebih fleksibel, kemungkinan lebih cepat dibandingkan ritme sebelumnya yang kira-kira dua kali per tahun.
Lalu, apa hubungannya dengan dunia kripto? Intinya adalah perdagangan carry trade yen. Banyak institusi terbiasa meminjam yen dengan suku bunga rendah, lalu menggunakan dananya untuk membeli aset berisiko seperti saham AS dan mata uang kripto. Ketika ekspektasi kenaikan suku bunga di Jepang menguat, ruang untuk carry trade akan menyempit. Dana seperti ini biasanya akan melakukan penutupan posisi (close) secara terkonsentrasi—penjualan berantai aset berisiko global yang dipicu oleh kenaikan suku bunga Jepang pada Agustus 2024 (pada saat itu Bitcoin juga ikut jatuh) mungkin masih banyak yang ingat.
Kenaikan 25 basis poin ini tidak tergolong agresif, namun kalimat "ritme ke depan akan lebih fleksibel" adalah titik risiko yang sesungguhnya—jika kenaikan suku bunga setelah ini lebih cepat dari perkiraan, tekanan untuk menutup posisi akibat carry trade akan semakin besar.
Menurutmu, apakah kali ini kenaikan suku bunga akan seperti Agustus 2024, memicu gelombang volatilitas terkait yang juga berdampak pada dunia kripto?
#日本央行 #加息 #日元套利交易 #比特币 #宏观
Menurut sumber yang mengetahui, kemungkinan besar Bank Jepang bulan ini akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin, dari 1% menjadi 1,25%. Alasannya adalah risiko inflasi cenderung mengarah ke atas—dalam laporan prospek bulan lalu, inflasi inti diperkirakan akan jauh melampaui 2% mulai paruh kedua tahun fiskal; harga layanan juga terus naik. Pada bulan Juli, angkanya naik dari 1,1% pada bulan Juni menjadi 1,2%, yang menunjukkan bahwa perusahaan mulai membebankan biaya tenaga kerja yang meningkat kepada konsumen; melemahnya nilai yen secara berkelanjutan turut mendorong biaya impor dan menambah tekanan inflasi.
Kali ini, bank sentral juga memberikan sinyal: ke depannya, ritme kenaikan suku bunga akan lebih fleksibel, kemungkinan lebih cepat dibandingkan ritme sebelumnya yang kira-kira dua kali per tahun.
Lalu, apa hubungannya dengan dunia kripto? Intinya adalah perdagangan carry trade yen. Banyak institusi terbiasa meminjam yen dengan suku bunga rendah, lalu menggunakan dananya untuk membeli aset berisiko seperti saham AS dan mata uang kripto. Ketika ekspektasi kenaikan suku bunga di Jepang menguat, ruang untuk carry trade akan menyempit. Dana seperti ini biasanya akan melakukan penutupan posisi (close) secara terkonsentrasi—penjualan berantai aset berisiko global yang dipicu oleh kenaikan suku bunga Jepang pada Agustus 2024 (pada saat itu Bitcoin juga ikut jatuh) mungkin masih banyak yang ingat.
Kenaikan 25 basis poin ini tidak tergolong agresif, namun kalimat "ritme ke depan akan lebih fleksibel" adalah titik risiko yang sesungguhnya—jika kenaikan suku bunga setelah ini lebih cepat dari perkiraan, tekanan untuk menutup posisi akibat carry trade akan semakin besar.
Menurutmu, apakah kali ini kenaikan suku bunga akan seperti Agustus 2024, memicu gelombang volatilitas terkait yang juga berdampak pada dunia kripto?
#日本央行 #加息 #日元套利交易 #比特币 #宏观