Setiap kali demam, itu berarti daya tahan tubuh sedang menurun. Sekarang kondisinya sangat turun. Saya sendiri punya rinitis. Saat rinitis saya kambuh paling parah, setelah pandemi dibuka lagi, saat itu juga saya mengalami demam tinggi—demamnya sempat sehari semalam. Saya berbaring di tempat tidur tanpa minum seteguk pun, tanpa makan seteguk pun. Dampaknya sampai ada sisa gejala. Setelah demam tinggi itu, setelah itu rinitis saya kambuh terus. Hidung saya tersumbat selama lebih dari sepuluh hari. Saya minum obat antibiotik selama lebih dari sepuluh hari baru membaik. Kali ini demam sudah turun, rinitisnya kambuh lagi. Rinitis ada hubungannya dengan daya tahan tubuh. Kalau daya tahan tubuh bagus, rinitis tidak akan kambuh. Waktu saya umur delapan belas atau sembilan belas tahun—saat itu tubuh saya sangat kuat seperti sapi—sampai lupa kalau saya punya rinitis. Kali ini rinitis sudah membaik, kemungkinan besar lagi-lagi butuh lebih dari satu minggu.