Baru kemudian saya menyadari bahwa buruknya hasil trading, dalam banyak kasus, bukan masalah teknik.
Dulu, saya begitu melihat pergerakan pasar langsung ingin trading; bahkan saat tengah malam tiba-tiba muncul satu candle besar, saya juga akan bangun untuk melihatnya. Saat naik saya takut ketinggalan, saat turun saya sayang untuk keluar, beberapa hari berturut-turut saya tidur tidak nyenyak. Akhirnya tubuh makin lelah, tetapi di akun juga tidak menghasilkan banyak uang. Yang benar-benar mengubah saya adalah mulai memberi trading “jam kerja” seperti pekerjaan.
Pertama, lihat chart pada waktu yang tetap.
Sekarang saya biasanya baru serius menganalisis pasar setelah jam 9 malam. Siang hari berita berantakan, sentimen pasar juga mudah kacau; melihat satu berita langsung ingin ikut, melihat satu candle hijau besar juga takut tertinggal. Setelah informasi sepanjang hari mengendap, baru melihat chart justru jauh lebih jelas.
Kedua, uang yang sudah didapat ambil dulu sebagian.
Dulu saya selalu ingin mengambil satu tren dari awal sampai akhir, hasilnya sering profit mengambang berubah jadi rugi. Sekarang, begitu target tercapai, saya akan mengunci dulu sebagian keuntungan, lalu sisa posisi melihat tren berikutnya. Setelah uang benar-benar masuk kantong, mental akan sangat berbeda.
Ketiga, setiap order harus punya alasan.
Saya tidak akan lagi masuk pasar hanya karena orang lain bilang “sebentar lagi naik”. Lihat tren, lihat kekuatan, lihat posisi harga; kalau beberapa kondisi sudah cocok, baru pertimbangkan untuk masuk. Saat tidak ada peluang, tidak memegang posisi justru adalah keadaan yang normal.
Keempat, stop loss lebih penting daripada prediksi.
Kalau salah, ya keluar, jangan berdebat dengan pasar. Yang paling menakutkan bukan satu kali rugi, melainkan saat jelas-jelas tahu diri sendiri salah, tetapi terus mencari alasan untuk membenarkan diri.
Kelima, kendalikan jumlah transaksi dengan ketat.
Dalam sehari melakukan belasan order bukan berarti rajin; sering kali itu hanya karena tangan gatal. Setelah mengalami kerugian beruntun, justru harus menutup aplikasi, bukan memikirkan order berikutnya untuk mengejar kembali uang yang hilang.
Trading bukan kasino, juga bukan permainan yang setiap hari harus menyelesaikan tugas. Saatnya kerja, kerjakan dengan serius; saatnya istirahat, istirahatlah sepenuhnya. Ketika Anda tidak lagi ditarik-tarik oleh candle 24 jam sehari, trading baru benar-benar mulai menjadi sesuatu yang bisa dikendalikan. Untung atau rugi itu satu hal, bisa tetap jernih secara konsisten dalam jangka panjang itu hal lain.@星哥带单 $ARB
Dulu, saya begitu melihat pergerakan pasar langsung ingin trading; bahkan saat tengah malam tiba-tiba muncul satu candle besar, saya juga akan bangun untuk melihatnya. Saat naik saya takut ketinggalan, saat turun saya sayang untuk keluar, beberapa hari berturut-turut saya tidur tidak nyenyak. Akhirnya tubuh makin lelah, tetapi di akun juga tidak menghasilkan banyak uang. Yang benar-benar mengubah saya adalah mulai memberi trading “jam kerja” seperti pekerjaan.
Pertama, lihat chart pada waktu yang tetap.
Sekarang saya biasanya baru serius menganalisis pasar setelah jam 9 malam. Siang hari berita berantakan, sentimen pasar juga mudah kacau; melihat satu berita langsung ingin ikut, melihat satu candle hijau besar juga takut tertinggal. Setelah informasi sepanjang hari mengendap, baru melihat chart justru jauh lebih jelas.
Kedua, uang yang sudah didapat ambil dulu sebagian.
Dulu saya selalu ingin mengambil satu tren dari awal sampai akhir, hasilnya sering profit mengambang berubah jadi rugi. Sekarang, begitu target tercapai, saya akan mengunci dulu sebagian keuntungan, lalu sisa posisi melihat tren berikutnya. Setelah uang benar-benar masuk kantong, mental akan sangat berbeda.
Ketiga, setiap order harus punya alasan.
Saya tidak akan lagi masuk pasar hanya karena orang lain bilang “sebentar lagi naik”. Lihat tren, lihat kekuatan, lihat posisi harga; kalau beberapa kondisi sudah cocok, baru pertimbangkan untuk masuk. Saat tidak ada peluang, tidak memegang posisi justru adalah keadaan yang normal.
Keempat, stop loss lebih penting daripada prediksi.
Kalau salah, ya keluar, jangan berdebat dengan pasar. Yang paling menakutkan bukan satu kali rugi, melainkan saat jelas-jelas tahu diri sendiri salah, tetapi terus mencari alasan untuk membenarkan diri.
Kelima, kendalikan jumlah transaksi dengan ketat.
Dalam sehari melakukan belasan order bukan berarti rajin; sering kali itu hanya karena tangan gatal. Setelah mengalami kerugian beruntun, justru harus menutup aplikasi, bukan memikirkan order berikutnya untuk mengejar kembali uang yang hilang.
Trading bukan kasino, juga bukan permainan yang setiap hari harus menyelesaikan tugas. Saatnya kerja, kerjakan dengan serius; saatnya istirahat, istirahatlah sepenuhnya. Ketika Anda tidak lagi ditarik-tarik oleh candle 24 jam sehari, trading baru benar-benar mulai menjadi sesuatu yang bisa dikendalikan. Untung atau rugi itu satu hal, bisa tetap jernih secara konsisten dalam jangka panjang itu hal lain.@星哥带单 $ARB
