孙宇晨 menulis esai panjang terbaru untuk Hu Xijin. Kalau diterjemahkan ke bahasa yang mudah dipahami, intinya hanya tiga kalimat:
Pertama, soal “kesantunan” generasi tua: kalau dirugikan, jangan ribut—telan saja, itu disebut berjiwa besar.
Kesantunan generasi muda: kenapa harus begitu? Kontrak bawa kemari, hitungannya harus jelas.
Kedua, generasi tua percaya pada pertemuan makan malam, relasi, dan siapa memberi muka kepada siapa.
Generasi muda lebih percaya pada hukum, kontrak, dan algoritme.
Algoritme memang terdengar dingin, tapi setidaknya algoritme tidak tahu siapa ayahmu.
Ketiga, dan ini yang paling tajam: kekayaan seseorang seharusnya berasal dari “kenal siapa, duduk di posisi apa”, atau dari “menciptakan apa”?
Jadi kalimat terbaik dari seluruh esai ini adalah: “Kesantunan terbesar adalah tidak perlu membahas soal kesantunan.”
Dalam sebuah masyarakat, kalau setiap hari orang disuruh bersikap “lapang dada”, “ya sudahlah”, “kasih muka”, sering kali bukan karena semua orang terlalu mengutamakan kesantunan—melainkan karena aturan yang ada belum cukup berwibawa.
Tentu yang paling humor hitam adalah: ajaran besar “percaya pada aturan, tidak percaya pada hubungan baik” ini ternyata disampaikan oleh Sun Yuchen.
$BTC $ETH
#比特币难破8万美元