Bank sentral Thailand berencana memperkenalkan aturan perizinan dan pinjaman untuk penyedia layanan beli sekarang, bayar nanti (buy now, pay later/BNPL) di tengah kekhawatiran atas pertumbuhan utang konsumen yang cepat. Menurut Sina Finance, Gubernur Bank of Thailand Vitai Ratanakorn mengatakan bahwa peminjam harus berusia minimal 18 hingga 20 tahun, suku bunga BNPL akan dibatasi pada kisaran 15% hingga 20%, batas kredit tidak akan melebihi 20.000 baht per peminjam, jangka waktu pembayaran akan dibatasi hingga enam bulan, dan penarikan tunai akan dilarang.

Ia mengatakan volume pinjaman BNPL naik 56% year on year, dengan peminjam baru menyumbang 45% dari seluruh pengguna. Vitai menambahkan bahwa Thailand saat ini memiliki lebih dari enam operator BNPL. Bank sentral berencana mengadakan dengar pendapat publik atas rancangan aturan pada akhir September dan secara resmi menerbitkan peraturan tersebut pada kuartal keempat.

Bank sentral Thailand juga berencana memperkuat pengawasan terhadap lembaga keuangan non-bank. Ia mengatakan saat ini terdapat 24 jenis izin keuangan non-bank yang mencakup lebih dari 3.600 institusi, dan Vitai menyatakan bank sentral akan menambah staf serta menggunakan kecerdasan buatan untuk meningkatkan pengawasan terhadap sektor tersebut.